KKN Unram Desa Menggala kembangkan Sayuran Hidroponik Wick dan POC Serabut kelapa

Oleh: KKN Unram Desa Menggala

Lombok Utara, BERBAGI News – Mahasiswa KKN Universitas Mataram Desa Menggala Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara melakukan sosialisasi dan praktik penanaman sayuran menggunakan sistem hidroponik wick dan pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar serabut kelapa di dusun jeruk manis.

Sosialisasi ini dilakukan pada tanggal 21 Januari 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh kelompok wanita tani (KWT) yang ada di desa menggala yaitu KWT karya ibu, bina lestari, anggrek dan menggala asri.

Menurut Ketua KKN Unram Desa Menggala, M. Iqbal Zuwandi, Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan cara baru dalam penanaman sayur kepada masyarakat khususnya kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di Desa Menggala sehingga bisa menanam sayur dimana saja meskipun tidak memiliki lahan yang memadai.

“Karena sebelumnya, masyarakat khususnya anggota KWT di Desa Menggala masih banyak menggunakan pupuk kimia untuk membantu pertumbuhan tanaman. Sehingga kondisi  inilah yang mendorong kami untuk mengadakan sosialisasi pembuatan pupuk organic cair dengan memanfaatkan limbah serabut kelapa yang banyak terdapat di Desa Menggala,” katanya sesuai redaksi Rilis yang diterima di Mataram. Jumat (27/01/2023).

Praktek pembuatan pupuk cair organik berbahan serabut kelapa sendiri bertujuan untuk memanfaatkan limbah serabut kelapa yang banyak terdapat di desa menggala sehingga dengan memanfaatkannya menjadi pupuk organik cair akan sedikit membantu mengurangi limbah serabut kelapa tersebut.

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam sosialisasi penanaman sayur dengan system hidroponik wick ini adalah baki dan tutupannya, netpot, kain flannel, TDS meter dan streofoam. Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah air, bibit tanaman sawi dan pakcoy, POC dan rockwool.

Sedangkan alat dan bahan yang digunakan untuk sosialisasi dan pembuatan pupuk organic cair berbahan serabut kelapa adalah ember yang memiliki penutup, larutan gula merah, serabut kelapa, air dan kotoran sapi.

Baca Juga :  Olahan Emping Jagung Cita Rasa Trend Milenial

Dengan demikian masyarakat desa menggala khususnya kelompok Wanita tani bisa menjadi pionir yang mandiri dalam menggunakan pupuk buatan sendiri sehingga hal ini akan sangat bermanfaat untuk kedepannya.

Ibu Hj. Mariani selaku ketua KWT jeruk manis menyampaikan bahwa “dengan adanya sosialisasi ini sangat membantu dalam mengembangkan metode penanaman sayur yang dapat dilakukan oleh semua anggota KWT sehingga mereka bisa menanam sayur sendiri dirumah dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya”.

Mahasiswa kelompok KKN Unram sangat mengharapkan sosialisasi yang kami berikan kepada kelompok Wanita tani (KWT) yang ada di desa menggala dapat di manfaatkan sebagai awalan untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayur menggunakan system hidroponik wick serta mengurangi penggunaan pupuk kimia dengan adanya pupuk organik cair berbahan serabut kelapa (POC). Dan menjadi langkah awal bagi para anggota KWT agar lebih peka terhadap potensi limbah yang ada disekitar untuk dijadikan sesuatu yang memberi kebermanfaatan.

Kelompok KKN Unram Desa Menggala beranggotakan 10 orang dengan M Iqbal Zuwandi sebagai ketua dan Eka Putri Juliantari, Sukma Irma Suci, Fradnya Vrianka Praharsini, Novia Dinda Mariana, Nurul Hikmah, Azman Abdullah, Verina Zaneta, Ari Putra Baskoro, David Armanysah sebagai anggotanya dibawah bimbingan Dr.Ir. A.A. Ketut Sudharmawan, MP.