Filosofi dibalik Ucapan “SILAMO“ Sumbawa

Oleh: Siti Salsabilah

Opini991 Views

BERBAGI News – Pulau Sumbawa adalah sebuah pulau di provinsi Nusa Tenggara Barat.pulau Sumbawa didiami oleh beberapa suku diantaranya; ada suku Asli yaitu suku samawa  selain suku asli tersebut pulau Sumbawa juga didiami oleh banyak suku pendatang seperti;Bima, Lombok, Bali, Jawa, Bugis, Arab Dan Makassar.

Dengan masuknya suku suku pendatang ini merupakan suatu tantangan dalam mempertahankan keaslian bahasa daerah Sumbawa  ditambah lagi pengaruh  perkembangan sosial media di era  digitalisasi saat ini, yang di khawatirkan  akan memudarnya khasanah bahasa daerah melihat semakin mudahnya  masyarakat memilah milah bahasa yang mereka sukai untuk berkomunikasi dengan sesama dikarenakan yang lebih suka menggunakan bahasa-bahasa gaul yang mereka anggap lebih keren, dengan begitu pelan-pelan  tapi pasti enggan menggunakan bahasa daerah sendiri lantaran gengsi atau khawatir dicap kolot dan kurang gaul.sehingga  dialek  dan semboyannya masing-masing daerah cenderung terasing dan terlupakan  oleh sukunya sendiri.

Seperti  suku  yang lain,  suku Sumbawa yang memiliki Bahasa Sumbawa (Basa Samawa) yaitu bahasa yang dituturkan dibekas Wilayah Kesultanan Sumbawa yaitu Wilayah Kabupaten Sumbawa Dan Kabupaten Sumbawa Barat Dengan Semboyan Khas Yaitu Silamo.

Ucapan    “Silamo “  secara bahasa merupakan kata perintah yang halus baik itu dalam menyuruh,  dan mengundang dengan hormat.sedangkan  Kata Silamo secara filosofi menjelaskan kata  “ Silamo “berarti Silakan sedangkan dari arti kata terdiri dari dua suku kata yaitu kata “Sila“ dan  “Mo“  sehingga membentuk kata Silamo  yang berarti Silahkan dan juga makna lainnya Mari, kata Silamo   jika dihubungkan dengan kata lain maka akan membentuk makna  mengikuti kata berikutnya sebagai contoh ; “Silamo Tokal“  artinya silahkan duduk, “Silamo Mangan“  artinya silahkan makan, “Silamo Nginum“  silahkan minum  dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Dampak Limbah Peternakan Ayam Broiler dengan Sosial Lingkungan

Ucapan “Silamo“ ini sebagai  salah satu kata yang sering digunakan ,sebagai bentuk sapaan dan ucapan yang bernilai penghormatan  dan keramahan dalam interaksi social masyarakat baik dalam menyuruh,mengajak,mengundang  tamu, menyajian makanan dan minuman.

Namun Sebagaimana  yang kita ketahui dahulu bangsa Indonesia dikenal karena moral rakyatnya yang berbudi pekerti luhur santun dan beragama demikian pula khususnya suku Sumbawa sayangnya citra baik ini tidak dijaga  karena akhir-akhir ini terjadi kemerosotan moral seperti terjadinya disintegrasi sosial yang membentuk sikap individualisme pada masyarakat.masalah moral ini menjadi perhatikan dari banyak pihak terutama Pendidik ., Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Dan Orangtua yang sekaligus merupakan pihak pihak yang bertanggungjawab  untuk menyelesaikan atau mengatasi berbagai kemerosotan moral tersebut  yang terjadi di tengah masyarakat .

Sebagai  pihak yang bertanggungjawab maka para Pendidik, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Dan Orang Tua  perlu melakukan beberapa hal untuk mengantisipasi kemerosotan moral  hendaknya semua pihak   dengan cara diantaranya  menghindari salah pergaulan dengan memilah dan memilih teman dekat,  sedangkan peran orang tua khususnya diharapkan bisa memberikan perhatian yang cukup , ,mengajarkan  nilai-nilai akhlak yang baik , serta mengajarkan anak untuk tidak terbawa akan arus budaya barat .memperluas wawasan dan pengetahuan akan nilai-nilai luhur tata krama sopan santun dalam berinteaksi  ditengah masyarakat, dan membiasakan anak- anak dalam  Ucapan  Bahasa Sumbawa Asli  dan Khas Sumbawa , yaitu “Silamo

Karena realitanya saat ini Ucapan  ini hampir hilang di telan zaman yang di pengaruhi oleh gencar pengaruh media social sehingga budaya- budaya barat lebih dominan mempengaruhi  sikap masyarakat masa kini  yang cenderung negative jauh dari nilai nilai luhur budaya  yang telah di tanamkan oleh para pendahulu , sebagai contoh dalam pergaulan sekarang tata kerama sopan santun  dalam berintraksi  ketika  mengajak orang lain bukan lagi dengan ucapan “ Silamo “ tapi  dengan mengatakan “Kemon“ / Ayo, demikian pula beberapa sikap lain seperti  realitanya kita bisa melihat sikap disintegrasi  yang menyebabkan sikap  individualisme pada masyarakat pada para remaja kita.

Baca Juga :  Pola Hidup Tidak Sehat Sebabkan Kurangnya Energi Kronik pada Remaja

Berdasar pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa filosofi di balik Ucapan  “SILA MOmerupakan  salah satu kata yang sering digunakan dalam aktivitas sehari hari oleh masyarakat Sumbawa sebagai  bentuk sapaan hampir disetiap interaksi sosial, dan sebagai ucapan yang bernilai penghormatan  dan keramahan dalam interaksi dengan sesama baik dalam menyuruh,mengajak,mengundang  tamu, menyajian makanan dan minuman. sehingga Ucapan  SILA MO ini menjadi ucapan  khas suku  Sumbawa .

Diharapkan agar Ucapan  SILA MOsebagai ucapan yang bernilai pernghormatan dan keramahan dalam berinteraksi social dengan sesama untuk tetap dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari- hari. (**)