Alhamdulillah, Kementerian Sosial RI Evakuasi Pemuda di Mataram yang dikurung Belasan Tahun

Nasional474 Views

Mataram, BERBAGI News – Kementerian Sosial Republik Indonesia melakukan kunjungan dan langsung melakukan evakuasi kepada Mursan (38) pemuda di Lingkungan Moncok Karya Kelurahan Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan Kota Mataram yang dikurung belasan tahun oleh keluarga pada ruang terbatas ukuran 2 x 2 meter.

Mursan dibawa Tim Dinas Sosial menuju Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma, Mataram untuk dilakukan perawatan.

“Kami turun langsung. Kita berada pada pelaksanaan penghormatan terhadap hak penyandang disabilitas. ini menjadi perhatian Ibu Menteri,” jelas Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI, Nursyamsu disela-sela melakukan evakuasi bersama satgas Sosial Kota Mataram. Selasa (07/03/2023).

Bila tidak mampu, kata Nursyamsu masyarakat bisa melaporkan kepada petugas di dinas sosial atau pemerintah daerah.

“Kita perhatikan  dan penuhi kebutuhan pokoknya.  Selain itu, diberikan  kegiatan agar tidak blackout,” katanya.

Nursyamsu meminta masyarakat apabila ada orang yang mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) agar tidak dikurung dan bisa menghubungi sentra Paramitha kementerian sosial dan Dinas Sosial.

Kakak Mursan, Mursiah mengaku setuju adiknya dibawa oleh Kementeria Sosial untuk mendapatkan perawatan.

“Jangan sampai sakit kayak dulu lagi,” pintanya.

Menurut Mursiah, adiknya  sering berperilaku yang kurang sopan dengan menurunkan celananya sehingga mengganggu kenyamanan warga.

“Soalnya tidak enak sama warga. Itu juga demi kenyamanan warga,” katanya.

Sementara, Lurah Pejarakan Karya, Mulhakim menyatakan apa yang dilakukan keluarganya dengan mengurung Mursan  karena merasa kasihan.

Pernah Mursan, kata Mulhakim hilang entah kemana hingga sembilan bulan. Ketika ditemukan di wilayah Gerimak Sweta kondisinya memprihatinkan seperti pernah dipukuli.

“Itu yang membuat trauma keluarga sehingga Mursan dikurung,” katanya. (red)

Baca Juga :  Kasus Penahanan Empat Ibu Rumah Tangga di Lombok Tengah, Anggota DPR RI : Rasa Keadilan dan Kemanusiaan Kita Terkoyak