SMAN 1 Pringgabaya diusulkan Jadi Sekolah Siaga Stunting dan Kependudukan

Pendidikan509 Views

Lombok Timur, BERBAGI News – SMA Negeri 1 Pringgabaya Lombok Timur diusulkan menjadi pilot project Sekolah Siaga Stunting dan Kependudukan (S3K). Usulan ini sebagai respons atas program nasional penurunan angka stunting yang disebut sebagai hambatan membangun Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045 dan NTB Gemilang.

Ketua Umum IKA SMANSABAYA atau Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya Sukri Aruman mengungkapkan, pihaknya mendukung penuh giat sekolah peduli stunting.

“Persoalan stunting menjadi konsern alumni juga untuk bisa ambil bagian mensukseskan program sekolah. Bahkan kami ingin SMA Negeri 1 Pringgabaya menjadi proyek percontohan sekolah siaga stunting di Lombok Timur,” jelasnya.

Disebutkan, Kecamatan Primggabaya merupakan salah satu kecamatan dengan penduduk terpadat dan bisa jadi ikut menyumbang angka stunting yang membuat Lombok Timur menempati posisi ketiga kabupaten dengan kasus stunting tertinggi di NTB setelah KLU dan Lombok Tengah.

Ada banyak persoalan sosial kependudukan di Pringgabaya yang butuh perhatian banyak pihak termasuk para alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya yang jumlahnya sudah menembus angka 12 ribuan dari angkatan pertama hingga angkatan terakhir.

“Bicara stunting, kita bicara kualitas pasangan usia subur yang bisa jadi banyak kasus pernikahan dini atau Merariq kodek terjadi di wilayah Pringgabaya dan sekitarnya. Kami belum punya data resmi, tapi bila mengacu pada fakta di lapangan kasus pernikahan dini juga tidak sedikit dan dilakukan oleh remaja putus sekolah dan alasan lain,” jelasnya.

Untuk langkah awal, lanjut Sukri, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas Alumni Peduli Stunting yang saat ini tengah mengumpulkan donasi dari para alumni. Donasi yang terkumpul akan dikelola Satgas bersama Alumni Care Centre untuk dikoordinasikan dengan pihak sekolah sebagai penerima program alumni peduli stunting.

Baca Juga :  Pesan Waka Humas SMKN 1 Narmada pada Alumninya, Di Negeri Orang Jangan Bawa Masalah

“Berapapun dana yang terkumpul akan dibicarakan Satgas dengan pihak sekolah agat program tepat sasaran,”terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga sedang menyelesaikan kajian akademis atau legal opinion yang berisi argumentasi dan alasan utama mengusulkan SMA Negeri 1 Pringgabaya sebagai Sekolah Siaga Stunting dan Kependudukan. Pihaknya melibatkan dewan pakar yang terdiri dari alumni profesional di bidang kesehatan, kependudukan, sosial budaya dan agama. Diharapkan kajian akademis tuntas dalam waktu dekat untuk disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur.

“Tentu saja usulan ini kami laporkan kepada Kepala Sekolah agar berkenan menerima program alumni yang mengusulkan SMA Negeri 1 Pringgabaya sebagai sekolah percontohan,” pungkasnya.

Untuk diketahui SMA yang dijuluki Sekolah Rau ini merupakan salah satu sekolah dengan siswa terbanyak dan meraih predikat akreditasi A.

Beberapa waktu lalu, Gubernur NTB juga datang ke sekolah ini untuk kali pertama mengukuhkan Pengurus Pusat Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya Lombok Timur. (*)