Membangkitkan Semangat Jiwa Ki Hajar Dewantara dalam Memajukan Pendidikan Nasional

Oleh : Aswan Nasution

Pendidikan380 Views

PATUTLAH kiranya kita memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei, yang mana sebagai salah satu hari- hari besar nasional. Peringatan tersebut adalah merupakan kenangan dan terima kasih kita kepada cita-cita Ki Hajar Dewantara, yang telah menciptakan pendidikan, yang sampai sekarang masih tetap hidup dalam jiwa pendididikan Nasional.

Sistem pendidikan yang kembangkannya adalah TUT WURI HANDAYANI, yang mempunyai arti bahwa pendidikan itu mengakui hak-hak anak atas kemerdekaannya, untuk bertumbuh dan berkembang sesuai dengan bakat dan pembawaannya.

Sistem pendidikan yang dikembangkannya itu berprinsip kepada TRICON yaitu Contris, Continiu dan Convergent. Prinsip ini mengarah kepada percaya pada diri sendiri dan mampu berdikari, lepas dari ketergantungan. Kemampuan untuk berdiri sendiri dan lepas dari ketergantungan adalah merupakan cita-cita pendidikan yang terwujud dari setiap jiwa anak didik,

Cita-cita pendidikannya dapat dijadikan sebagai petunjuk atau bahan pertimbangan dalam menyusun cita-cita pendidikan Nasional. Dan atas prakarsanyalah dapat diwujudkan tujuan pendidikan Nasional yang telah dituangkan dalam Undang-Undang Pendidikan dan selanjutnya dikembangkan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara. [pada masa ketika itu]. Sebagai penghargaan kepada Ki Hajar Dewantara, maka pemerintah Republik Indonesia telah menjadikan lahirnya sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Hari Pendidikan Nasional sebagai penghargaan kepada Ki Hajar Dewantara, adalah merupakan suatu hal yang wajar, karena telah dapat memberikan jalan untuk merumuskan tujuan Pendidikan Nasional. Usaha tersebut ada manfaatnya bagi orang lain dan bermanfaat pula bagi dirinya.

Berbicara mengenai pendidikan maka hal itu bagi umat Islam khususnya merupakan prioritas utama. Pendidikanlah perkara besar yang harus benar-benar diperhatikan. Bahkan pendidikan itu merupakan amanat Allah yang harus dilaksanakan oleh setiap orang tua kepada anak-naknya. Orang tua tidak boleh lalai sedikitpun terhadap pendidikan anak-anaknya itu.

Karena anak adalah calon generasi muda yang bakal pengganti kedudukan orang tua. Bila anak-anak kita ini semua bodoh terutama dalam masalah agama, jangan harapkan negara dan agama Islam bisa berkembang lebih pesat dan kuat dari sebelumnya.

Bukankah mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam? Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa maju dan mundurnya negara Indonesia sebagian besar terletak ditangan generasi muda Islam.

Baca Juga :  Walikota Mataram Ijinkan Belajar Tatap Muka Untuk Siswa SD dan SMP

Menurut seorang filosof Islam, yaitu Imam Ghazali, dia telah mengatakan bahwa anak itu merupakan suatu amanat dari Allah yang dibebankan kepada orang tua atau walinya. Hatinya yang masih suci itu bagaikan mutiara yang indah dan mahal harganya.

Bilamana anak itu sejak kecil telah dididik dan dibiasakan kepada kebaikan, sudah pasti dia akan tumbuh dengan baik pula dan mengerti kepada semua kebaikan, sehingga pada akhirnya dia termasuk golongan orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat.

Sehubungan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, kita sebagai warga negara yang beragama Islam dapat mengambil hikmahnya. Lebih-lebih lagi negara kita sekarang ini sangat perlu untuk menigkatkan mutu pendidikan sesuai dengan cita-cita rakyat, maka hendaklah umat Islam dapat berperan serta dalam memajukan pembangunan dalam bidang pendidikan khususnya.

Akan tetapi tidak mungkin umat Islam Indonesia dapat dengan aktif melaksanakan pembangunan pendidikan tersebut kalau umat Islam itu sendiri tidak memiliki ilmu, keahlian dan ketrampilan; Sedangkan ilmu, keahlian dan ketrampilan tidak mungkin dapat kita miliki kalau kita tidak giat belajar, menuntut ilmu umum maupun ilmu agama.

Demikianlah kalau umat Islam mau berperan serta dalam pembangunan Nasional, maka lebih dahulu ilmulah yang harus dipersiapkan dengan matang melalui berbagai pendidikan, baik umum maupun agama. Dengan demikian pembangunan akan terarah dengan baik, diridhai oleh Allah SWT.

Sebab kalau para tenaga pembangunanya adalah orang yang bertaqwa karena sudah dibekali ilmu agama yang cukup, sudah barang tentu kecil sekali kemungkinan pembangunan diselewengkan ke arah kemaksiatan atau kemungkaran. Sementara itu hasil pembangunan akan dapat kita rasakan secara seimbang dan selaras antara kebutuhan jasmani dengan kebutuhan rohani.

Semoga semangat dan jiwa Hari Pendidikan Nasional tahun ini, dapat menggugah hati kita semua untuk lebih mejingkatkan dalam pendidikan kepada anak-anak kita dan seluruh generasi muda Islam agar mereka ini benar-benar menjadi orang yang berilmu dan bertaqwa kepada Allah SWT. Aamiin ya rabbal a’lamiin. (asw)