Budaya dan Perkembangan Teknologi Informasi yang Pesat

Oleh : Armanul Alim

Opini190 Views

BERBAGI News – Manusia selama beberapa tahun telah mengalami berbagai perubahan sosial, budaya, ekonomi dan masih banyak lagi. sebuah perubahan ini di sebabkan muncul dan berkembangnya teknologi yang semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai hal. Pada era globalisasi yang menyebabkan berkembangnya teknologi secara pesat, teknologi digital telah hidup berdampingan dengan masyarakat dalam aktivitas kesehariannya di seluruh dunia, termasuk di negara indonesia.

Berawal dari Revolusi industri 4.0 telah merubah perkembangan teknologi yang ada di dunia. sampai sekarang banyak perubahan maupun perkembangan yang telah di modifikasi maupun di ciptakan.

Namun semakin banyak perubahan dan perkembangan yang dilakukan masyarakat rentan mengalami degradasi budaya,etik ataupun moral yang terjadi di masyarakat. Sadar ataupun tidak masyarakat sekarang telah mengalami kemunduran budaya yang telah di wariskan selama bertahun-tahun, karna dampak dari munculnya teknologi yang pesat. Budaya lokal kita, yang diwariskan dari nenek moyang, telah menjadi pijakan utama dalam menjaga identitas dan keberagaman budaya kita. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi dan arus globalisasi, pengaruh budaya asing semakin nyata dirasakan di dalam masyarakat kita yang majemuk ini.

Kedatangan kebudayaan asing, modern yang masuk di Indonesia sangat mempengaruhi keseluruhan perilaku masyarakat yang menganut perubahan. selain daripada itu efek dari teknologi informasi yang pesat merubah tatanan kehidupan dan perilaku masyarakat. Menurut Malinowski dan A.R. Radcliffe Brown melakukan riset lapangan yang menunjukkan adanya benturan budaya saat budaya barat memasuki budaya pribumi atau wilayah jajahan mereka.

Dampak yang sangat kita takutkan adalah terjadinya Homogenisasi budaya dapat mengakibatkan hilangnya keunikan dan keberagaman budaya nasional. Beragamnya suku, bahasa, adat istiadat, dan tradisi yang dimiliki oleh suatu negara menjadi terpinggirkan dan terlupakan dalam masyarakat. Misalnya, dengan semakin populer dan merajainya budaya Barat seperti musik pop atau film Hollywood, musik-musik tradisional atau karya seni lokal menjadi kurang diminati dan diabaikan oleh generasi muda. Selaras dengan (Sztompka 2007, 110-111). Homogenitas global mengacu di dominasi budaya Barat di seluruh dunia, yang menyebabkan adopsi gaya hidup, pola konsumsi, nilai, norma, dan keyakinan masyarakat Barat di seluruh dunia. Proses ini dapat menyebabkan kejenuhan di masyarakat pinggiran yang secara perlahan menyerap budaya Barat. Pengaruh dominasi budaya asing dapat mengancam keberagaman budaya lokal. Jika terus dibiarkan, penghormatan terhadap warisan budaya tradisional dapat terkikis dan menyebabkan hilangnya identitas historis.

Baca Juga :  Sasak Care Community Menatap 2021

Contoh mikro di Bima-Dompu, NTB. Telah memperkenalkan salah satu budaya Rimpu kepada dunia ini menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat disana karna budaya yang mereka wariskan selam bertahun-tahun tidak hanya di kenal dalam lingkaran masyarakat nya bahkan saat ini sudah mendunia, Namun kalau kita melihat kembali dalam pawai rimpu yang di selenggarakan pada 27 April 2024, banyak masyarakat anak,remaja,dewasa bahkan orang tua tidak mengetahui Rimpu mpida, Rimpu Cili, Rimpu colo. yang dimana maksud RIMPU COLO yaitu rimpu yang memperlihatkan seluruh bagian wajah yang menandakan bahwa wanita tersebut sudah menikah dan RIMPU CILI yaitu rimpu yang hanya menampakkan bagian mata saja yang menandakan bahwa wanita tersebut masih gadis atau belum menikah. Inilah menjadi kekhawatiran kita sebagai masyarakat yang sadar akan pentingnya budaya dan bahayanya menelan mentah-mentah pemahaman, kebudayaan asing hasil dari tontonan, postingan yang kita lihat sehari-hari.

Tentu saja, bukan berarti kita harus menutup diri terhadap pengaruh budaya asing. Namun, kita perlu mengambil langkah bijak dalam mengadopsi elemen budaya asing yang ingin kita terima, sambil tetap menjaga identitas kita sebagai masyarakat yang memiliki budaya yang beragam dan kaya akan kearifan lokal.

Penting juga untuk menghormati budaya asing dan mengambil nilai positif darinya tanpa mengorbankan nilai dan identitas budaya kita sendiri. melalui sikap terbuka dan saling menghargai, budaya asing dapat menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi budaya nasional tanpa merusak kekhasan dan keunikan budaya Indonesia. Bukanlah suatu hal yang salah jika kita mengenal kebudayaan negara lain. Bahkan ini seharusnya menjadi tolak ukur kita untuk bercermin, mencoba mengisi kekurangan yang ada pada budaya kita dengan apa yang mereka miliki. Kebudayaan sejatinya sebuah warisan yang wajib dan harus kita lestarikan. Mengenali kebudayaan bangsa sendiri dan memperkenalkan pada dunia saya rasa lebih bijaksana, ketimbang mempelajari kebudayaan negara lain apalagi lebih mencintainya sehingga melupakan budaya kita sendiri.

Baca Juga :  Urgensi Penanganan masalah Stunting di NTB

Bahkan seharusnya dari perkembangan informasi ini kita mampu memanfaatkan fasilitas kemudahan yang di berikan berupa mendorong sebuah kebudayaan kita agar di kenal manca negara.

Seharusnya teknologi informasi ini hadir sebagai sarana kita belajar. Belajar melihat dunia dari dua pandangan yang berbeda. Tidak hanya menuruti nafsu karena alasan trend,keren,bagus dan kita suka. Tapi perlu kita pahami apakah informasi itu berguna filterisasi juga penting dilakukan untuk menciptakan pemikiran yang kreatif inovatif kedepannya. Tidak semua hal, dalam ilmu budaya yang masuk dapat kita serap seutuhnya. Ada kalanya kita perlu kembali, kembali pada jati diri dan budaya yang kita miliki.

Oleh karena itu kita sebagai masyarakat yang sadar akan pentingnya budaya dan pemanfaatan teknologi informasi yang lebih bijaksana harus mampu menyaring secara tuntas berbagai perubahan yang terjadi dengan cepat yang menimbulkan krisis moral maupun budaya. sebisanya harus memilah dan memilih baik dan buruk untuk diri sendiri, masyarakat maupun negara agar tidak terjadi dampak pada generasi-generasi kedepannya yang tidak mengenal jati dirinya sendiri. Melalui promosi tersebut, Kesenian tradisional yang ada di indonesia seperti tarian, musik, dan lukisan di Indonesia dapat menarik perhatian audiens dalam lingkup global atau seluruh dunia. Sehingga hal ini dapat memberikan apresiasi terhadap Budaya Indonesia yang kaya dan beragam. (**)