Musik Kecimol, PD KAMMI Lombok Timur: Perlu Awik Awik

Berita Utama55 Views

BERBAGI News – Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Lombok Timur, Muhammad Aulia mengatakan terkait dengan kehadiran musik kecimol khususnya di Lombok dengan aksi-aksi viralnya dibeberapa flatform media sosial, bahwa setiap kampung atau wilayah perlu adanya awik-awik atau tata tertib aturan.

Hal tersebut kata dia untuk mengatur kecimol agar memang paling tidak, bisa meminimalisir potensi terjadinya keributan, unsur pornografi dan hal-hal negatif lainnya.

“Kecimol ini perlu dibina, dari segi standar operasional prosedur (SOP) nya harus jelas, apa saja bentuk-bentuk yang legal dan memang layak dipertontonkan dan yang tidak layak untuk dipertontonkan supaya dihapus dan tidak dilakukan Kembali,” tegas Aulia saat gelar mimbar bebas di Lombok Timur tentang isu Kecimol beberapa hari yang lalu.

Segala bentuk peristiwa yang berkaitan dengan kecimol ini memang pada dasarnya berangkat dari hal-hal negatif yang kemudian mengundang keributan disemua kalangan.

“Kita jadikan ini sebagai pelajaran besar untuk berbenah dan saling nasehat,” harapnya.

Banyaknya aksi-aksi kontroversi yang dibuat oleh oknum grup musik Lombok ini, aksi-aksi yang tidak bermoral seperti salah satunya membawa biduan yang goyangannya mengandung unsur pornografi yang kemudian dipertontonkan ditempat yang berbau agamis dan dikhalayak umum khusus anak-anak kecil yang bisa jadi menyebabkan pengerusakan moral dan mental hingga tidak menutup kemungkinan juga akan merusak generasi.

Kecimol adalah salah satu grup musik yang cukup digemari oleh masyarakat Lombok, terbukti bahwa tidak sedikit acara begawe atau acara nyongkolan yang ditabuhi oleh grup musik  ini.

Akhir-akhir ini, kecimol atau yang sering dianggap singkatan dari “Kelalah Cikar Motor Liwat” ini viral dan sedang hangat menjadi bahan perbincangan di tongkrongan masyarakat Lombok semua kalangan.

Baca Juga :  Sukses Event WSBK, Direktur Angkutan: Berikan Pelayanan Terbaik

“Tidak jarang juga jika diadakan tontonan malam mengundang lingkaran atau tongkrongan pemabuk yang kerap menjadi pemicu keributan, dan lain sebagainya,” aku Aulia.

Dibalik itu semua muncul pro dan kontra ditengah masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang masih menyuarakan dan membela keberlangsungan kecimol bahkan ada juga oknum sekelompok masyarakat disuatu tempat yang berdemo ke pemerintah desanya karena sempat dilarang menghadiri kecimol di acara begawenya, dan banyak juga masyarakat yang kontra dan berpendapat agar kecimol “dibubarkan”.

“Hal ini dapat kita lihat di beberapa platform media sosial maupun diwarung-warung kopi yang berkomentar demikian,” tuturnya.

Kesenian Cilokak Modern Lombok atau kecimol memang pada dasarnya hadir untuk memeriahkan dan menghibur sebuah acara begawe dan nyongkolan di wilayah Lombok.

Kecimol ungkap Aulia, hadir dengan nilai dan tujuan yang baik dan positif, maka dengan adanya beragam peristiwa ini timbulah pertanyaan apakah pemerintah akan tinggal diam?, apakah pemerintah tidak bertanggung jawab atas keributan masyarakatnya? Atau memang sengaja berdiam dan tidak mau ambil pusing?

“Tentu hal ini juga merupakan taggung jawab pemerintah untuk mengevaluasi dan menegakkan ketertiban dan menarik benang merah atas kekisruhan yang terjadi di tanah Lombok,” tutupnya.