by

Berbagi, Baik Ilmu Maupun Harta

-Agama, Berbagi, Ngaji-167 views

BERBAGI News – Secara alami, manusia itu adalah merupakan sebagai makhluk sosial yang memiliki naluri untuk saling berbagi terhadap sesama.

Berbagi cerita adalah contoh mudahnya. Lain lagi jika itu adalah kekayaan, karena manusia cenderung pelit dan kikir.

Sebab alasannya, tidak lain, karena khawatir kekayaannya itu akan berkurang jumlahnya, bahkan takut dia menjadi miskin.

Paling tidak ada dua macam kekayaan yang terdapat pada diri manusia mencakup kekayaan materiil dan kekayaan intelektual.

Tentang berbagi kekayaan materi, Allah mewajibkan kaum Muslimin berderma dan berinfak kepada sesama.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hadiid ayat 7 ;

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.
Maka, orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.”

Bahkan, untuk urusan yang penting bagi kehidupan manusia, misalnya makan, kita diperintahkan untuk berbagi.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, “Makanan untuk dua orang, cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang.”
(Hadits Mutafaq ‘Alaih).

Sementara itu, kekayaan intelektual (baca: ilmu) merupakan sesuatu yang lebih berharga dibanding kekayaan materiil.

Kekayaan intelektual ini mencakup seluruh ilmu, baik ilmu yang diperlukan untuk mencapai kemashlahatan di dunia.(ilmu umum) maupun ilmu yang mengatur cara-cara penghambaan kepada Allah (ilmu syariat).

Tentang berbagi Ilmu ini, Allah telah memerintahkan kaum Muslimin untuk melaksanakannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :”Orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Al-Bukhari dari Utsman bin Affan RA).

Jelas sekali bahwa berbagi itu termasuk perbuatan yang mulia diperintahkan Allah SWT kepada kita semua.

Baca Juga :  Potret Hidup Insan Beriman itu Menakjubkan !

Memang, tidak mudah melakukannya apalagi ketika diri kita sendiripun dalam kehidupan yang serba kekurangan.

Namun, yakinlah bahwa Allah telah memberikan jaminan bertambahnya harta ataupun ilmu yang kita bagi itu dengan sesuatu yang terkadang tidak dapat diduga-duga.

Inilah perkara hal-hal yang sering kali tidak diyakini oleh orang banyak.

Semoga kita dapat menjadi dalam golongan orang-orang yang senang berbagi baik ilmu maupun harta walaupun sekecil apapun.

Wallahu a’lam bish shawab.
Selamat membaca.
Terima kasih.

News Feed