by

Komunitas Jelajah Lombok Buktikan Keindahan Bukit Pal Jepang

-Pariwisata-254 views

Lombok Timur, BERBAGI News – Lombok merupakan salah satu tempat wisata yang tiada duanya. Exotisme pantai, pegunungan, bukit, air terjun dan lainnya tak bosan untuk dinikmati. Kali ini Komunitas Jelajah Lombok yang beranggotakan pecinta alam, traveler, fotography dan videography membayar penasaran dengan cerita dan foto yang di share di media tersebut, dengan langsung mengunjungi bukit Pal Jepang yang terletak di Desa Sapit Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat, minggu lalu.

Beranggotakan sekitar 20 orang, Perjalanan kami menggunakan sepeda motor dari Mataram menuju suela menempuh waktu sekitar 2,5 jam. Belok kanan di pertigaan sebelum masuk hutan sembalun menuju ke bukit ini kita harus menempuh perjalanan tambahan sekitar dua kilo meter. Satu kilo meter sebelum sampai diparkiran pintu masuk bukit, kita akan melewati jalan setapak sedikit menanjak.

Begitu sampai disana kitapun dipersilahkan untuk registrasi tim sesuai dengan bookingan. Setelah kita siap, pengelola penyiapkan satu pemandu atau petugas untuk memberikan breafing, memberikan informasi tentang perjalanan dan aturan yang ada.

Setelah breafing selesai, tidak lupa juga berdoa sebelum mulai menapak. Perjalananpun dimulai pemandangan kebun dan pertanian warga menjadi suguhan pertama, setelah itu kami memasuki hutan yang masih asri nan lestari, dingin mulai menghampiri , selain itu tanjakan yang tak pernah putus sesekali membuat nafas kami tak beraturan, sesaat kami bersandar dipohon dan menarik nafas Panjang, namun pelan tapi pasti dengan perjalanan kurang lebih tiga jam kamipun melewati hutan.

Lolos dari lembabnya hutan, kamipun ditunggu dengan bukit yang kemiringanya extreme. Benar saja, disini beberapa teman sedikit kewalahan hingga keram mendera. Tak Panjang memang, sekitar 500 meter namun karena tinggi menjulang dan tanpa ada yang bisa dipegang perjalanan inipun bisa hingga satu jam lebih. Perlahan tapi pasti, walau terseok-seok kamipun sampai di puncak bukit.

Baca Juga :  Wisata Alternatif, Yuk Main ke Sawah!

Perjalanan yang kami mulai dari pintu masuk sekitar pukul 12 tersebut akhirnya sampai dipuncak pukul 16.30 wita. Ya kalau dihitung sih perjalanan yang kami tempuh sekitar 5 Jam 30 menit. Tak terasa memang, namun setelah kami mendirikan tenda dan mengeluarkan isi carrier, Tuhanpun menunjukkan kuasanya. Angin berhembus sangat sejuk seolah mengirim awan untuk menyelimuti Rinjani yang tinggi. Di ketinggian 2.300 Mdpl ini pun kami bisa melihat negeri diatas awan, sontak semua berseru dengan kata kagum, wow keren, mantap ini, Subhanallah, amazing dan kata kagum lainnya. Semua orang  terpukau dan mengabadikan momen tersebut.

Namun sesaat, setelah beberapa menit matahari tenggelam bersamaan dengan selimut awan tebal yang menipis dan menghilang menjadi dingin malam yang tak bersahabat. Sontak ramai membuat api unggun dimasing-masing tenda yang didirikan di punggung bukit tersebut.

Lelap menikmati dingin tak terasa sudah pagi dan haripun berganti. Dingin yang menusuk tulang masih terasa sebelum matahari muncul. Namun perlahan hangatnya mentari mengusir semua kekakuan. Semakin beranjak naik mataharipun menyinari terang Gunung Rinjani, kali ini pemandangan yang bebeda mengalihkan focus. Tak lupa momen ini diabadikan oleh semua pendaki termasuk kami yang tak ingin kehilangan.

Dengan segelas kopi untuk menghangatkan badan seperti nikmat tiada tara. Sarapan seadanya dan berfose Bersama menjadi akhir kebersamaan kami menikmati momen indah di bukit pal jepang. Sore menjelang matahari tenggelam melihat Rinjani dengan di selimuti awan dan pagi harinya saat matahari mulai menyinari kami melihat Rinjani di kelilingi bukit dan hutan rindang.

Perjalanan yang kami mulai hari Sabtu 1 Agustus, dan Kembali hari  Minggu 2 Agustus 2020 meninggalkan kenangan yang menyenangkan. itulah sekilas Perjalanan kami melihat awan selimuti Rinjani. Luar biasa “ nikmat Tuhan yang manakah kau dustakan“, ungkapan ini sangat pas untuk meluapkan rasa syukur dengan keindahan alam semesta sajian Tuhan ini.

Baca Juga :  Lombok Bangkit Bersama Talent Hub Artis Indonesia

#salampesonaindonesia
#Jelajahlombok

News Feed