by

Berikut profil Syekh Ali Jaber

BERBAGI News – Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber (lahir di Madinah, 3 Februari 1976 – meninggal di Jakarta, 14 Januari 2021 pada umur 44 tahun) adalah pendakwah dan ulama berkewarganegaraan Indonesia. Ia juga menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi dai dalam berbagai kajian di berbagai stasiun televisi nasional.

Ali Jaber telah menekuni membaca Al-Qur’an sejak kecil. Ayahnyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Al-Qur’an. Dalam mendidik agama, khususnya Al-Qur’an dan salat, ayahnya sangat tegas, bahkan tidak segan-segan memukul bila Ali Jaber kecil tidak menjalankan salat. Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius. Di Madinah ia memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.

Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri dan pada usia sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Qur’an.


Syekh Ali Jaber berkebangsaan Arab dan berkewarganegaraan Indonesia

Hijrah ke Indonesia

Semua jenjang pendidikannya, baik formal maupun non-formal ditempuh di Kota Madinah.

Pada 2008, Syekh Ali Jaber hijrah ke Indonesia dan meneruskan dakwahnya.

Metode dakwahnya yang lembut pun mendapat respons besar dari masyarakat Indonesia.

Ia pun giat berdakwah dari kota hingga pelosok daerah.

Pada 2011, Syekah Ali Jaber resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Ia juga turut melahirkan banyak generasi penghafal  Al Quran, termasuk dalam salah satu program televisi untuk mencari anak-anak penghafal  Al Quran.

Pada 2016 lalu, sebuah pemandangan menarik tersaji saat tiga pencuri mencium tangan Syekh Ali Jabir.

Baca Juga :  Ini Sosok Bunda Muzakir Bayi Usia 21 Tahun di Lombok

Korban penusukan
Melansir Harian Kompas, 20 Agustus 2016, ketiga pencuri itu diketahui menggondol mobil Syekh Ali Jaber di kantor yayasannya.

Dengan tangan diborgol, ketiganya mencium tangan Syekh Ali Jaber sambil meminta maaf.

“Saya doakan semoga Allah mengampuni karena semua orang pernah berbuat salah. Yang penting jangan lupa shalat,” kata Syekh Ali Jabir saat di Polda Metro Jaya.
Pada September lalu, Syekh Ali Jaber sempat menjadi korban penusukan saat berdakwah di Bandar Lampung.

Syekh Ali Jaber sempat menangkis serangan pelaku dan mengalami luka ringan di bahu kanan.

Di masa pandemi virus corona, Syekh Ali Jaber juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pada setiap dakwahnya.

Innalillahi wa innailaihi rojiun, Selamat Jalan Syekh…

News Feed