HUT Desa Mokong, Asparnas Gelar “Barapan Kebo”

Pariwisata708 Views

Sumbawa, BERBAGI News – Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Cabang Sumbawa awali pengembangan wisata sumbawa dalam menyongsong Desa Wisata mengadakan kegiatan barapan kebo (kerapan kerbau.red), sebagai kegiatan pemicu pengembangan wisata di Desa Mokong Kecamatan Moyu Hulu Kabupaten Sumbawa.

“Setidaknya ada 4 program unggulan yang dijalankan dalam pengembangan desa wisata, yaitu barapan kebo, wisata alam, wisata pendidikan dan budaya, serta trabas motor tril untuk pencinta wisata adrenalin,” Kata Ketua Asparnas Sumbawa Muhammad Taufiq saat membuka barapan kebo di Sumbawa. Kamis (28/10/2021).

Taufiq optimis program desa wisata ini dapat berjalan dengan lancar, ini terlihat dari pertisipasi aktif pemerintah desa dan masyarakat Desa Mokong yang mensupport kegitan “barapa kebo” secara maksimal.

Senada juga di sampaikan seniman senior Sumbawa Ace Let Luar, bahwa barapan kebo atau karapan kerbau ala sumbawa ini, biasanya diadakan pada awal musim tanam padi, sebagai media silaturahmi dan hiburan masyarakat sumbawa yang mayoritas bertani mengolah tanah pertanian, yang mana lokasi atau arena barapan kebo adalah persawahan yang telah basah atau sudah digenangi air sebatas lutut.

Barapan kebo ini berbeda dengan karapan sapi di Madura atau mekepung di Bali, perbedaan pada gelanggang yaitu arena basah untuk barapan kerbau dan arena kering untuk karapan sapi di Madura.

“Dalam menetukan pemenang yaitu kerbau yang berhasil meraih juara adalah pasangan kerbau tercepat mencapai tujuan dan menyuntuk titik finish, dalam masyarakat sumbawa disebut dengan “sakak” tongkat penanda yang ditancapkan di garis finish,” Jelas Ace Let Luar.

Begitu juga Nasruddin selaku ketua panitia kegiata, menjelaskan nilai budaya dan filosofis dari barapan kebo, diketahui barapan kebo juga sebagai media promosi bagi pemilik kerbau.

Baca Juga :  Sisi Lain Air Terjun Dewi Selendang

“disini ketangkasan kerbau bisa dilihat oleh para pencinta kerbau artinya melalu barapan ini pecinta kerbau dapat milihat dan mengganti kerbau tangkad yang ingin dibelinya,” ungkapnya.

Bang Nas sapaan akrab ketua panitia menambahkan, budaya barapan kebo ini adalah salah satu aset dan nilai kearifan lokal sumbawa yang harus dipertahankan, karena di sini ada seni, ada pendidikan yang dapat menggerakan perekonomian masyarakat. (lz)