Sambut Era Penyiaran TV Digital, Kominfo Gelar Petunra di Nagekeo dan Ende

Teknologi393 views

Ende, BERBAGI News – Siaran televisi digital di Indonesia sudah tidak dapat terelakkan lagi keberadaannya. Sistem penyiaran digital merupakan perkembangan yang sangat pesat di dunia penyiaran, karena terdapat peningkatan kapasitas layanan melalui efisiensi pemanfaatan spektrum frekuensi radio.

Sistem penyiaran televisi digital bukan hanya mampu menyalurkan data gambar dan suara, tetapi juga memiliki kemampuan multifungsi dan multimedia seperti layanan interaktif dan bahkan informasi peringatan dini bencana.

Dengan siaran digital, kualitas gambar dan suara yang diterima jauh lebih baik dibandingkan siaran analog.

Hal itu dikarenakan pancaran sinyal digital relatif stabil dan tidak menurun. Sedangkan pada siaran TV analog, kualitas sinyal cenderung menurun ketika lokasi penerimaan semakin jauh dari titik transmisi sehingga menimbulkan noise atau ‘bersemut’. Selain itu, sinyal siaran analog rentan terhadap gangguan cuaca.

Proses transisi dari analog ke digital menuju pada saat dihentikannya siaran analog (analog switch-off/ASO). ASO sudah dilakukan secara total di banyak negara, antara lain Amerika Serikat (12 Juni 2009), Jepang (24 Juli 2011), Kanada (31 Agustus 2011), Inggris dan Irlandia (24 Oktober 2012), Australia (2013). Indonesia menetapkan ASO secara nasional pada 2018.

Berjalan mulus atau tidaknya proses migrasi hingga ASO tergantung pada dukungan seluruh pemangku kepentingan. Kesadaran masyarakat mau membeli STB sendiri untuk berpindah dari menonton siaran TV analog ke digital sangatlah penting.

Operator multipleksing TV Digital memang menyediakan set top box (STB) sebagai bentuk komitmennya mendukung program migrasi sistem penyiaran dari analog ke digital. Namun, jumlahnya terbatas dan pembagiannya juga membutuhkan waktu yang cukup lama serta kriteria penerima harus sesuai ketentuan.

Pemerintah juga mendorong pabrikan STB lokal untuk memproduksi STB yang berkualitas dengan harga jual terjangkau masyarakat luas.

Baca Juga :  Deepin 20 Rilis, Sistem Operasi Linux Dengan Desktop Environment Cantik

Untuk mendukung dan mensosialisasikan program ASO, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Ditjen IKP Kominfo) pada pekan ini akan menggelar Pertunjukan Rakyat (Petunra) yang akan diselenggarakan di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan Petunra akan dilaksanakan pada Kamis (7/4/2022) di Nagekeo dan Sabtu (9/4/2022) di Ende dengan mengambil tema “Siap TV Digital, Menuju Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital, Semakin Maju”.

Petunra akan dihadiri sejumlah narasumber diantaranya Bupati Nagekeo dan Bupati Ende, Praktisi Media, Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagekeo dan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ende.

Melalui kegiatan Petunra diharapkan dapat membangun kesadaran dan kesiapan masyarakat di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende untuk menyambut era penyiaran TV Digital serta turut serta memperkenalkan budaya daerah, juga memberi pemahaman terhadap dunia digital yang semakin hari semakin maju pesat seiring berjalannya waktu.

Selain itu, Petunra yang akan digelar bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan daerah melalui digital dan melestarikan kebudayaan agar tidak punah, meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan kecakapan digital di tingkat dasar dengan mendorong peningkatan produktivitas pemanfaatan teknologi digital untuk tujuan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Petunra “Siap TV Digital, Menuju Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital, Semakin Maju” dilaksanakan secara hybrid dengan 30 orang peserta undangan dan 170 orang yang berasal dari Tokoh Masyarakat Lokal, Pemuda dan Pelajar, Aktivis & Pegiat Sosial dan Komunitas Lokal Masyarakat akan bergabung secara online melalui zoom meeting pada Kamis dan Sabtu, (7 dan 9 April 2022) pukul 09.00 WITA sampai selesai. Kegiatan juga disiarkan secara langsung di Youtube DJIKP. (*)