by

Anjuran Mempermudah, Tidak Mempersulit

-Religi-349 views

BERBAGI News – “Barangsiapa yang memudahkan orang yang fakir, maka Allah akan memudahkan dia di dunia akhirat.” [ HR. Ibnu Majah ].

KALAU bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah? Demikianlah prinsip yang kerap digunakan oleh orang-orang yang mengambil untung dari kesulitan orang lain.

Para broker atau calo biasanya mempraktikkan hal ini. Padahal, Rasulullah Saw memberikan anjuran bagi kaum Muslim untuk mempermudah urusan orang lain.

Ketahuilah sesungguhnya, apabila seseorang mempersulit urusan orang lain, Allah pun kelak akan mempersulit urusannya.

Perhatikanlah, banyak orang yang susah justru dipersulit contohnya seperti untuk mendapatkan pengobatan murah atau gratis.

Banyak orang yang mengurus surat-surat penting dan hal-hal lainnya, justru dipersulit dan diperlama agar mau membayar fee atau suap.

Seolah-olah mereka mendapatkan keuntungan dan kegembiraan dari kesulitan orang lain atau mengambil kesempatan dalam kesempitan, serta mencari kebahagiaan di atas penderitaan orang lain. Namun, azab Allah Swt pasti tiba terhadap orang-orang yang demikian.

Marilah kita perhatikan bersama beberapa hadits-hadits Rasulullah Saw, yang terkait dengan hal- hal tersebut di atas sebagai berikut.

“Allah memasukkan ke dalam surga seseorang yang mempermudah urusan ketika dia menjadi penjual, atau ketika dia menjadi pembeli, atau ketika dia menjadi terdakwah.” [ HR. Ahmad ].

“Permudahlah oleh kalian urusan orang dan jangan mempersulit; berilah oleh kalian kabar gembira dan jangan membuat mereka takut.” [ HR. Bukhari dan Muslim ].

“Diharamkan api neraka bagi setiap orang yang suka mengambil jalan yang mudah, bersikap lemah lembut, pemurah, dan dekat dengan orang-orang.” [ HR. Ahmad ].

Adapun praktik monopoli [al-ihtikar] termasuk praktik perdagangan yang bisa mempersulit orang lain.

Karena seseorang atau sebuah perusahaan memonopoli usaha, ia pun dapat mengatur harga sesuai dengan keinginannya dan membuat banyak orang bergantung kepadanya.

Baca Juga :  KBPP Polri NTB bersama Anak Yatim Piatu Sambut Bulan Suci Ramadhan

Dalam beberapa hadits Rasulullah menjelaskan tentang praktik monopoli yang dimaksud di atas sebagai berikut:

“Barangsiapa yang masuk membawa [ memonopoli ] barang-barang kaum Muslim dengan tujuan untuk meninggikan harganya di hadapan mereka, maka pada hari kiamat nanti Allah Swt berhak mendudukan dia atas api neraka yang paling menyala.” [ HR. Ahmad ].

Anjuran kemudahan juga disarankan agar diberikan kepada orang-orang yang terbelit utang dan kepada mereka yang tidak mampu untuk melunasinya.

Sungguh menarik yang dikisahkan dalam sebuah hadits bahwa ada sesorang meminjam tapi ia tidak mampu mengembalikannya adalah sebagai berikut.

“Ada seorang pedagang yang memberikan pinjaman kepada orang lain, lalu ketika dia melihatnya tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut, maka dia berkata kepada putra-putranya, ‘Bebaskanlah utang dia, semoga Allah membebaskan dosa-dosa kita’ Lalu, Allah membebaskan dosa pedagang tersebut.” [ HR. Bukhari ].

Dengan demikian dapatlah kita pahami bahwa apabila seseorang mempermudah urusan orang lain, maka Allah Swt juga akan mempermudah urusannya baik yang kecil maupun besar, disamping itu Allah akan mengampuni dosanya dan di masukkan kedalam surga-Nya. Aamiin.

Wallahu a’lam bishshawab.