by

Berbuat Bersama, Tangan Berbagi Mengunjungi Warga Kalitemu

Lombok Timur, BERBAGI News – Salah satu bentuk kepedulian pejuang berbagi dari Yayasan Tangan Berbagi Indonesia (Tangan Berbagi) adalah menjenguk sesama yang sedang sakit.

Mengunjungi dan peduli bukan tanpa alasan. Kegiatan menjenguk mengingatkan kepada-Nya, serta bersyukur atas nikmat sehat yang di terima.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa bersilaturahmi mengunjungi saudara kita mas Heri yang sedang menerima ujian sakit. Kita ini bersaudara,” tegas humas Tangan Berbagi, Fahrurozi saat berkunjung di rumah Heri pada Sabtu (24/07/2021).

Dikatakan, kehadiran pejuang tangan berbagi semata-mata ingin memberikan semangat dan saling menguatkan agar saudara Heri dapat sembuh seperti sediakala.

Dalam kunjungan ini pejuang berbagi ditemani ketua Tangan Berbagi Indonesia Lalu Sahid, Bhabinkamtibmas desa setempat Bripka Heru P, Ketua Karang Taruna Arie Irawan, Ketua Pemuda Lalu Sulhan Sanga Putra dan Lalu Syukri Al Adna.

“Mari kita berbuat bersama, saling berbagi, mendukung untuk kesembuhan saudara kita ini. Mas Heri tidak sendiri. Insya Allah, akan banyak orang orang yang peduli,” harap Lalu Sahid, Ketua Tangan Berbagi.

Bhabinkamtibmas Desa Kalianyar, Bripka Heru mengucapkan terima kasih atas kepedulian semua.

“Terimakasih banyak atas kunjungan Tangan Berbagi bersama tim. Semoga, di catat sebagai amal ibadah, Amin Ya Rabbal Alamin,” ucap Heru.

Hal yang sama disampaikan Ketua Karang Taruna, Arie Irawan bahwa kehadiran tim tangan berbagi bersama yang lainnya untuk memberikan semangat kepada Heri untuk tidak berputus asa atas penyakit yang sedang dideritanya.

Sebelumnya, Heri Fadli adalah warga Dusun Kalitemu Desa Kalianyar kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur yang sudah 3 tahun berdasarkan diagnosa dokter menderita tumor rektum dan harus segera dilakukan operasi.

Baiq Atina Riska saat dikunjungi Bhabinkamtibmas Desa Kalianyar, Atina hanya dikamar saja.

Dalam giat yang sama, pejuang Berbagi juga diajak mengunjungi tetangga dari Heri, seorang anak yatim yang mengidap penyakit epilepsi sejak usia 6 tahun yakni Baiq Atina Riska (16 tahun).

Atina ditinggal oleh sang ayah untuk selama lamanya pada tahun 2015 karena kecelakaan.

“Untuk memenuhi kebutuhan Atina sehari hari, terutama kebutuhan Pampers, Alhamdulillah kami dapat bantuan modal berjualan kecil kecilan di dalam rumah dari salah satu yayasan,” ungkap Mustika ibunda Atina.

Ibu Mustika Ibunda Baiq Atina Riska (tengah) saat menerima kedatangan Tim Pejuang Berbagi.

“Kami tidak dapat bantuan dari pemerintah,” aku Mustika.

Semoga semakin banyak yang peduli terhadap saudara saudara yang sangat membutuhkan uluran tangan bersama.(red)

News Feed