Mempersiapkan Generasi Pribadi Al-Amien (dipercaya)

Oleh: Aswan Nasution

Religi387 Views

“Tidak sempurna keimanan bagi yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama bagi seorang yang tidak memenuhi janji.” [HR. Ahmad].

TUGAS terberat bagi kita adalah mempersiapkan generasi mendatang menjadi generasi yang beriman dan bermoral, berilmu dan berkarya, generasi yang mempunyai skill dan teknologi sehingga dampak negatif budaya global tidak dapat mempengaruhi kehidupan mereka, dengan demekian mereka akan menjadi generasi pilihan, generasi andalan, karena mereka menjadi pejabat, manajer, eksekutif beriman dan bermoral disaat semua orang terjerat dan hanyut oleh fatamorgana kepalsuan dunia.

Kita harapkan generasi muda dimasa mendatang [juga generasi tua] menjadi generasi Al-Amien dalam arti menjadi generasi yang dapat dipercaya, mencontoh kepribadian Nabi Muhammad SAW.

Ditengah informasi global, mereka dapat mengenal mana yang halal dan mana yang haram. Disaat semua sibuk dengan penampilan, prestise, dan persaingan mereka hidup sederhana dan tawadhu. Di dalam masyarakat yang munafiq dan hipokrit mereka diajarkan sikap jujur dan amanah.

Sehingga menjadi “Berani Tampil Beda” karena menjadi generasi yang berakhlak, beriman ditengah masyarakat yang dilanda gelombang global. Mereka menjadi ABG, alias Anak Beriman dan Bergaya, Anak Beriman dan Bergengsi. Itulah Generasi Al-Amien dimasa mendatang.

Generasi Al-Amien adalah Generasi Shiddiq, generasi yang selalu jujur. Jujur terhadap diri sendiri, kepada orang lain, kepada masyarakat, kepada negara dan kepada agama. Sewaktu Raja Romawi bertanya kepada Abu Sopyan tentang kepribadian Rasulullah SAW, dia menjawab: “Muhammad merupakan seorang yang dilahirkan mulia, jujur, dapat di percaya [al-Amien] serta tidak pernah mengingkari janji.”

Menurut Thomas Caryle dalam buku “Hero warship an the hero in History” mengatakan bahwa: “Beliau [Muhammad] merupakan seorang laki-laki yang jujur dan setia. Jujur dalam setiap ucapan dan jujur dalam setiap pikiran.”

Bandingkan dengan kondisi ummat Nabi Muhammad di saat ini, banyak suami yang tidak jujur dengan istri, istri tidak jujur kepada suami. Anak tidak jujur kepada orang tuanya, orang tua tidak jujur kepada anak. Bawahan tidak jujur kepada atasan dan atasan tidak jujur kepada bawahan dan demikian seterusnya. Mereka generasi Al- Amien, generasi yang jujur merupakan generasi harapan dimasa mendatang.Tanpa kejujuran, semuanya akan berantakan.

Generasi Al-Amien, adalah Generasi Amanah. Sikap amanah akan tercapai setelah seorang lulus dari jujur. Amanah berarti dapat menjaga kepercayaan. Rasulullah bersabda: “Tidak sempurna keimanan bagi yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama bagi seorang yang tidak memenuhi janji.” [ HR. Ahmad]

Seseorang muslim adalah Al-Amien, yaitu seseorang yang dapat dipercaya dan menjaga amanah. Orang tuanya menjaga anak dan istri. Suami dapat menjaga amanah istri. Pegawai dapat menjaga amanah jabatan. Inilah pribadi Al- Amien, pribadi yang mendapat kredibilitas.

Sikap amanah inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sejak dini, sebelu, beliau diangkat sebagai rasul. Di tengah masyarakat Jahiliyah, yang kejam dan sering berang, beliau digelar Al- Amien, bukan saja dipercaya oleh kaum muslimin, tetapi juga oleh kaum Yahudi sehingga mereka menitipkan barang mereka kepada beliau.

Dapatkah ummat Islam di tengah budaya global hari ini, menunjukkan sikap amanah baik di rumah di kantor, di masyakat. Dapatkah kita amanah dengan ajaran agama kita di saat informasi global masuk dalam kehidupan kita setiap hari ?

Sifat Shiddiq dan Amanah merupakan simbol dari moral dan Akhlakul Karimah. Moral adalah aspek praktikal dari pada pengalaman ajaran agama harus menjadi manusia yang bermoral.

Generasi Al-Amien, adalah Generasi Tabligh. Tabligh adalah generasi yang dapat menyampaikan kebenaran dan memberikan keteladanan. Generasi Tabligh berarti generasi yang mempunyai skill dan ketrampilan, karena Tabligh [penyampaian informasi] hanya dapat disampaikan jika sipenyampai mempuyai skill dan dapat mempergunakan segala sarana teknologi dengan tujuan untuk menyampaikan

Pribadi Tabligh di tengah kehidupan global adalah pribadi yang peka terhadap keadaan masyarakat sehingga selalu memberikan informasi yang benar untuk membimbing mereka. Pribadi Tabligh adalah pribadi yang dapat menjadi “Uswah hasanah” contoh teladan di tengah masyarakat.

Generasi Tabligh adalah generasi yang menjadi pemain kehidupan, yang mempergunakan setiap teknologi, bukan generasi korban teknologi. Generasi yang mempunya skill dan ketrampilan sehingga tidak menjadi penonton kehidupan, tetapi menjadi pelopor pembangunan . Pribadi Tabligh juga merupakan pribadi dan selalu mempunyai misi dan visi dalam setiap dan keadaan.

Generasi Al- Amien adalah Generasi Fathanah yaitu generasi yang mempunyai ilmu dan kecerdasan, generasi berilmu pengetahuan dan selalu berfikir. Generasi yang selalu mencari Informasi, generasi yang mempunyai kecerdasan bukan generasi yang bodoh dan mudah dibodoh-bodohkan. Generasi Fathanah adalah generasi yang berwawasan dan berorientasi masa depan.

Dengan demikian, mempersiapkan dan mendidik generasi Al-Amien yaitu generasi Shiddiq, generasi Amanah, generasi Tabligh, dan generasi Fathanah adalah tanggung jawab kita semua demi menyelamatkan kehidupan ummat manusia di masa mendatang.

Oleh karena itu, marilah kita bina generasi mendatang menjadi generasi yang beriman dan berakhlaq generasi yang mempunyai skill dan ilmu pengetahuan sehingga dapat mempergunakan teknologi bagi kesejahteraan ummat manusia dan sarana untuk mendapat kebahagiaan akhirat. AMIIN. Wallahu a’lam bishowab.

Referensi:
Istaid,221/V. R.Awal 1418H. dan sumber lainnya.

Baca Juga :  Marhaban Ya Ramadhan, Paguyuban Eka Warga NTB Sambut Ramadhan Mubarak