by

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Bersama Bank Mandiri dan TEKTAYA Lounching Aplikasi Tiket Booking Online Rinjani Sekaligus buka Jalur Pendakian Baru

-Pariwisata-166 views

Lombok Tengah – BerbagiNews.com – Para Pendaki sebelum memasuki Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, pendaki terlebih dahulu harus bisa menunjukkan etiket yang di dapat dari aplikasi eRinjani (Sytem Tiket Booking Online), Aplikasi Ini di Develop oleh Perusahaan Penyedia Infrastruktur dan Aplikasi  PT. TEKTAYA yang bekerjasama dengan Bank Mandiri untuk system Deposit / Saldo Aplikasi eRinjani. Berikut Penjelasan aplikasi eRinjani:
1. eRinjani adalah Aplikasi booking online pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani yang berbasis android dan web.
2. eRinjani adalah Sistem Booking Tiket Online yang bertujuan untuk efektivitas dan efisiensi pengelolaan pengunjung di Taman Nasional Gunung Rinjani dengan memanfaatkan kemajuan informasi dan teknologi.
3. eRinjani sudah dapat diakses publik di Play Store dan di web www.erinjani.id
4. eRinjani menggantikan ticketing konvensional sesuai dalam tahapan Role Model pada musim pendakian tahun 2018
5. eRinjani : Manajemen pendakian terkait kuota, pendakian ilegal, penertiban penyedia jasa wisata pendakian termasuk trek organizer/TO, guide dan porter, monitoring database pendaki dan lalu lintas keuangan PNBP lebih mudah, paperless, tanpa cash flow mengurangi resiko petugas di lapangan terkait penyetoran manual.
6. Aplikasi system eTicketing ini dibuat untuk dapat diakses oleh pengunjung/calon pendaki (client) dan operator, customer service dan admin (server). 
7. eRinjani menggunakan subdomain tersendiri untuk mengurangi trafik layanan internet pada website utama.
8. Informasi lengkap bisa menghubungi Hotline Kami di Tlp/WA/Telegram Nomor: 081-128-3939 atau email: erinjani.cs@gmail.com.

Aplikasi bisa di unduh di playstore dengan kata kunci : eRinjani dan di website www.eRinjani.id

Dalam hari yang sama pula di lanjutkan dengan Lounching Pembukaan jalur pendakian dilakukan oleh Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT, bersama dengan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sudiyono, Pimpinan Bank Mandiri Cabang Cakranegara Mataram dan Perwakilan PT. TEKTAYA di Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Senin 19 November 2018.

Baca Juga :  Dilema Rinjani, Antara Ironi dan Harapan

“Atas ijin Pemerintah pusat jalur pendakian Gunung Rinjani wilayah Lombok Tengah ini resmi dibuka,” ujar Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT saat acara launcing tersebut di area Parkir Taman wisata air terjun Benang Stokel Desa Aik Berik.

Pembukaan jalur pendakian Aik Berik tanggal 18 November 2018, membuka kembali layanan pendakian pada jalur pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang sebelumnya ditutup sejak tanggal 30 Juli 2018 akibat gempa bumi yang melanda Pulau Lombok mulai tanggal 29 Juli 2018. Kegiatan ini membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan khususnya pelaku wisata, menghilangkan dahaga pendaki pecinta Rinjani dan merupakan rekomendasi hasil survey yang Balai TNGR lakukan.

Untuk menjawab dan mengurangi dampak dan permasalahan yang terjadi pada kegiatan pendakian, Balai TN Gunung Rinjani menerapkan beberapa hal baru dalam kegiatan pendakian meliputi SOP Pendakian, Pengunjung asing hanya bisa melakukan pendakian melalui TO yang berizin (IUPJWA) yang hingga saat ini sejumlah 89 TO.

Penggunaan eRinjani sebagai aplikasi pendakian (booking dan payment) sehingga diharapkan dapat paperless, data pengunjung dapat terekap dengan baik, ada reward and punishment dll. Pengawasan pengunjung via CCTV yang saat ini telah terpasang di 5 titik yaitu Gunung Kondo, Santong, Sangkareang, Pelawangan Sembalu dan Pelawangan Senaru. Penguatan pemeriksaan barang pengunjung berpotensi sampah dan vandalisme (Pack in dan Pack out). Pemberlakukan Quota pendakian sejumlah 150 orang / hari untuk jalur pendakian Aik Berik, 150 orang Timbanuh, 100 orang/hari Senaru dan 300 orang/hari untuk jalur sembalun. Untuk jalur selain Aik Berik perlu dilakukan analisis ulang berdasarkan perubahan pada kondisi jalur akibat gempa bumi yang terjadi.

Jalur pendakian aik berik merupakan salah satu jalur pendakian yang memeiliki beberapa keunikan diantaranya berada paling dekat dengan bandara internasional dan ibu kota provinsi, Memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tercatat 45 jenis anggrek (identifikasi tahun 2006, diantaranya ada anggrek tasbih (Dendrobium rindjaniense) yang merupakan anggrek endemik Rinjani), beberapa jenis burung diantaranya burung endemik dan satwa prioritas nasional (celepuk Rinjani dan elang flores), Musang Rinjani, Rusa, Kijang dan Beberapa spesies Kupu-kupu. Di setiap pos peristirahatan terdapat sumber mata air, terdapat beberapa situs geologi dan jejak kaki Wali Mukmin (Umar Maya), 3 destinasi top view (pelawangan Aik Berik, Pelawangan Batu Belah dan Puncak Gunung Kondo), memungkinkan kegiatan pendakian bebas sampah, terdapat 5 Air Terjun di sepanjang Jalur Pendakian yang ditemukan pendaki, ada sekitar 35 jenis tumbuhan edibel (yang dapat dikonsumsi) serta merupakan paket kegiatan pendakian yang lengkap karena selain trekking juga bisa dipadukan dengan beberapa kegiatan wisata antara lain paket transportasi (Off road, berkuda dan motor dari pintu gerbang menuju batas kawasan TNGR), Pengamatan flora dan Fauna, Air terjun serta agriwisata.

Baca Juga :  Membawa Kebahagiaan Anak Yatim, Ajak dengan Liburan yuk?

Jalur pendakian aik berik merupakan model kegiatan pendakian yang melibatkan multi pihak. Pada jalur ini akan dikembangkan kerjasama/kolaborasi dengan Pemkab Lombok Tengah, Provinsi melalui KPH, dan KTH serta promosi yang lebih gencar terkait jalur pendakian Aik Berik, mengoptimalkan paket wisata agar terkoneksi dengan desa wisata, pemberdayaan potensi dan kearifan lokal masyarakat. Kebutuhan dalam pengembangan Jalur pendakian Aik Berik meliputi peningkatan sarana prasarana di jalur pendakian dan peningkatan kapasitas SDM yang ada, optimalisasi regulasi dan tata kelola yang tentunya membutuhkan pelibatan banyak pihak diantaranya : masyarakat, pelaku wisata, Pemkab, Pemprov, Kementerian terkait, Basarnas, Poltekpar dll.

Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani

News Feed