by

Kekayaan Hakiki Adalah Kekayaan Hati

-Agama, Ngaji-162 views

BERBAGI News – TIDAK usah tertipu dengan berbagai kemewahan-baik pakaian, mobil mewah dan rumah besar yang dimiliki oleh orang-orang kaya.

Karena sesungguhnya kesedihan dan kesulitan yang disebabkan harta kekayaan, jauh berlipat dari pada kenikmatan yang telah dijanjikan-Nya.

Harta yang melebihi dari kebutuhan tidak lain adalah kesibukan yang melelahkan, kesedihan dan kesengsaraan.

Karena sebenarnya hati dan pikiran mereka tidak pernah tenang, karena selalu memikirkan harta kekayaan yang mereka miliki.

Kita bisa melihat orang yang lebih bahagia dari seseorang yang memiliki rezki cukup, istiqamah di dalam menjalankan perintah Allah SWT dan dia karuniai sifat-qana’ah (rela dan puas dengan apa yang diberikan kepadanya)

Orang yang seperti ini biasanya terjauhkan dari kesedihan dan keresahan, kelak di akhirat beban hisab yang dipikulnya pun akan ringan.

Dia hidup bisa lebih bahagia dan tenteram daripada orang kaya tersebut.

Ketika lapar dan ingin makan, dia menemukan sesuatu yang dapat dimakan.

Jika haus dan ingin minum, maka dia menemukan air yang bisa diminum.

Ketika lelah dan ingin istirahat, dia bisa tidur dan istirahat dengan baik. Dia hidup di dalam kebahagiaan dan ketenteraman serta kedamaian.

Rasulullah SAW bersabda ;

“Barangsiapa di antara kalian yang merasa aman, dalam lingkungan, keluarganya, tubuhnya sehat, dia memiliki apa yang dapat dia makan untuk hari itu, maka seolah-olah dia telah memiliki dunia.”

Adapun orang-orang kaya, biasanya mereka tidak menemukan kenikmatan, baik di dalam makanan, minuman maupun tidur mereka, karena mereka terlalu capek.

Disebabkan seluruh waktu dan pikiran mereka terkerahkan untuk mengontrol dan menjaga harta kekayaan yang dimilikinya.

Mereka selalu dihantui perasaan takut dan khawatir dari anjloknya harga dan turunnya bencana yang bisa memusnahkan seluruh harta kekayaan yang mereka miliki.

Baca Juga :  Gubernur NTB Bangga, Naja Hafiz Cilik Hafal Al-Qur'an 30 Juz dengan Artinya

Betapa bahagia orang yang telah memiliki rezeki yang halal, thaiyibah, berkah dan cukup, puas dengan apa yang telah diberikan oleh Allah SWT untuk diri dan keluarganya.

Ya Allah, cukupkanlah kami dengan rezeki halal-Mu sehingga kami terjauhkan dari rezeki yang Engkau haramkan, cukupkanlah kami dengan karunia-Mu sehingga kami tidak butuh kepada selain-Mu. Aamiin ya rabbal a’lamiin.

Wallahu a’alam bish shawab. Terima kasih, anda telah membacanya. Semoga bermanfaat.

News Feed