Selayaknya Da’i Adalah Jabatan yang Harus diburu

Oleh: ASWAN NASUTION

Agama842 Views

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri,” Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah [kejahatan itu] dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang diantaramu dan diantara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.”[QS. Fushshilat: 33-35].

BERBAGI News – IMAM SAYYID QUTHUB ketika menafsirkan waman ahsanu qawlan dalam ayat ini berkata: “Kalimat-kalimat dakwah yang diucapkan seorang da’i adalah sebaik-baik kalimat, ia berada pada barisan pertama diantara kalimat-kalimat yang baik yang mendekati langit.” [lihat Fii dzilaalil qur’an, oleh Sayyid Quthub, vol,h.3121].

Kata waman ahsana ada di beberapa tempat dalam al-Qur’an. Pengulangan ini untuk menegaskan tingginya kualitas perintah dakwah. Pada surat an-Nisa ayat 125 Allah SWT berfirman:
waman ahsanu diinan mim man aslama wajhahahuu lillah [siapakah yang lebih bagus agamanya daripada orang yang menyerahkan diri kepada Allah].

Dalam al-Maidah ayat 50: waman ahsanu minallahi hukman [siapa yang lebih bagus ajarannya pada ajaran Allah]. Dan pada ayat di atas: Siapakah yang lebih bagus perkataannya dari pada perkataan para da’i di jalan Allah.

Perhatikan secara seksama, betapa tugas dakwah sangat Allah muliakan. Peringkatnya sangat tinggi, setara dengan kualitas hukum Allah dan penyerahan diri kepada-Nya secara total. Betapa mulianya pangkat si pelaku perintah ini. Selayaknya da’i adalah jabatan yang harus diburu.

Sebelumnya, di awal Surat Fushshilat Allah menggambarkan betapa beratnya tugas dakwah.”Mereka mengatakan: hati kami tertutup, [maka kami tidak bisa menerima] apa yang kamu serukan kepadanya, pun telinga kami tersumbat, lebih dari di antara kami dan kamu ada dinding pemisah.” [QS. Fushshilat: 5].

Dakwah di jalan Allah adalah kebutuhan pokok manusia. Tetapi manusia tetap saja terlena dengan panggilan hawa nafsu. Dalam surat al-Infithaar ayat 6 Allah berfirman: yaa ayyuhal insaan maa gharraka birabbikal kariim? [wahai manusia apa yang membuat kamu terpedaya, sehingga kamu lupa terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?].

Tugas dakwah pada hakikatnya bukan hanya tugas para ustadz, melainkan tugas semua manusia yang mengaku dirinya sebagai hamba Allah-tak peduli apa profesinya-lebih-lebih mereka yang telah meletakkan dirinya sebagai aktivis dakwah.

Dakwah bukan persoalan nomor dua, melainkan urusan pertama. Bisnis yang harus diutamakan di atas segala kepentingan. Adalah suatu keharusan seorang da’i, menyerahkan hidupnya kepada Allah SWT. Dalam Surat Yasiin ayat 21 Allah berfirman : ” Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” Jangan sampai seorang da’i orientasinya dunia.

Ayat selanjutnya menegaskan pentingnya amal shalih: wa amila shaalihaa. Perkataan dakwah adalah sebaik-baik perkataan, kalau diikuti dengan amal shalih. Dalam Ash-Shaf ayat 3 Allah berfirman: “Amat besar kebencian Allah, bila kamu hanya mengatakan tanpa mengerjakan,”

Rasulullah saw tidak hanya berbicara, melainkan lebih dari itu seluruh perbuatannya merupakan contoh amal shalih. Allah SWT memberi rekomendasi yang luar biasa dalam Surat al-Qalam ayat 4: “Dan sesungguhnya kamu [Muhammad] benar-benar berbudi pekerti yang agung,”. Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini menyebutkan riwayat dari Aisyah ra,: bahwa akhlak Rasulullah saw. adalah al-Qur’an.”

Dengan demikian, beriman, berilmu, dan mendakwahkan sambil mengamalkan, inilah sifat-sifat yang Allah SWT anugerahkan kepada orang-orang yang sabar. Dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. Wallahu’alam bish showab.

Sumber bacaan:
– Majalah Sabili, 8 Dzulqaidah 1429H
– Dll.
Medan, Jum’at, 30 Juni 2023

Baca Juga :  Jangan Mencari-cari Kekurangan dan A'ib Orang Lain