by

Bayi Usia 21 Tahun Dengan Berat 10kg Ada di Lombok

Lombok Tengah, BERBAGI News – Kondisi kelainan fisik yang menyebabkan tubuh seseorang menjadi pendek disebabkan oleh genetik orangtua, entah hanya salah satu saja ataupun keduanya yang membawa gen ini, di mana kondisi pertumbuhan tulang tidak normal yang mengakibatkan pertumbuhan menjadi tidak proporsional.

Muzakir merupakan salah satu warga Dusun Pidada, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah yang memiliki pertumbuhan tidak normal seperti manusia pada umumnya, dengan berat 10 Kg dan memiliki tinggi postur tubuh 68 cm diusia 21 tahun, dengan tegak Zakir berdiri menggebuk sebuah gendang seolah menyambut kedatangan kami para tim Pejuang Berbagi di Kediamannya. Kamis (13/08).

Tidak seperti manusia kerdil pada umumnya, Zakir memiliki struktur kulit dan rambut yang sangat lembut layaknya bayi yang baru berusia tiga bulanan. Meski tidak bisa berbicara namun sesekali mengeluarkan suara yang  terdengar cukup keras disaat hendak mengatakan sesuatu apalagi saat tertawa jelas terdengar dengan nada khas yang dikeluarkan dari mulut mungilnya.

“memang zakir tidak bisa berbicara, tapi ketika anak anak tetangga sedang bermain dan sengaja menjatuhkan diri dia langsung tertawa sekencang kencangnya” ucap Giman, kakek yang saat ini merawatnya.

Diusia 2 bulan dalam kandungan sang ibu, Zakir ditinggal sang ayah yang entah sampai saat ini tidak ditau keberadaanya, sedang sang ibu telah menikah dengan laki laki pilihannya, sesuai amanat mendiang sang nenek zakir harus dirawat di kediaman sang kakek sampai saat ini.

“sesekali ibunya, paman dan bibinya kesini menengoknya dan mau merawat zakir, akan tetapi sesuai wasiat neneknya zakir harus tetap dirawat disini karena sudah terbiasa dengan lingkungan,” ucap mus bibi iparnya.

Sampai usia 21 tahun sang kakeklah yang merawat dan membesarkan zakir, dilingkungan tempat tinggalnya ini zakir merasa nyaman dengan adanya tetangga yang selalu menyayangi, meski dalam keterbatasan fisik yang tidak lazim.

Baca Juga :  BAZNAS Gelar Kampoeng Ramadhan Pertama Di Nusa Tenggara Barat

Sementara itu, Herman, Kepala Desa Sintung yang turut serta di kediaman Zakir mengatakan “saya ketemu Zakir saat pemilihan Kepala Desa Waktu itu, saya berkunjung kesini melihat zakir dan akhirnya mengenalnya, sekarang setiap saya kesini selalu saya ajak bermain ciri khas tawanya itu yang membuat saya terhibur disaat bercanda dengannya,” tuturnya.

Zakir adalah salah satu dari kebanyakan orang yang memiliki tubuh kerdil dan sangat butuh diperhatikan, karena dengan ukuran tinggi, berat dan usia yang tidak wajar memiliki ciri khas yang unik dan terdengar langka di telinga kita. (Red)

News Feed