by

PHP2D UNP Kediri Gelar Pelatihan K3 bagi Pengrajin Gerabah di Desa Kedungsari

-Pendidikan-12 views

Kediri, BERBAGI News – Kesadaran terhadap prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di masyarakat masih sangatlah kurang. Hal tersebut sebenarnya sangat tidak dianjurkan karena tidak ada perlindungan diri yang mungkin terjadi saat proses produksi yang bisa menyebabkan kecelakaan kerja.

Dari hasil survei selama beberapa kali kepada pengrajin gerabah di desa Kedungsari kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, keselamatan dan kesehatan kerja pada saat produksi gerabah masih belum diterapkan dengan baik sesuai dengan prosedur K3 pada setiap usaha. Hal ini dikarenakan para pegrajin sudah terbiasa tanpa menggunakan prosedur K3. (September 2021).

Sebenarnya K3 merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja atau penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan demotivasi dan defisiensi produktivitas kerja.

Untuk meminimalisir sekaligus mencegah terjadinya kecelakan kerja pada saat memproduksi gerabah, Mahasiswa program holistik pemberdayaan dan pembinaan desa (PHP2D) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menggelar sosilisasi dan pelatihan K3 bagi para pengrajin. Hal ini juga dapat berdampak pada tingkat produktivitas karyawan serta agar setiap pengrajin merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.

“Kami melakukan sosialisasi dan pelatihan mengenai pentingnya K3 pada saat produksi gerabah di Desa Kedungsari karena para pengrajin disini masih kurang memahami pentingnya apa itu K3, mereka memiliki kebiasaan sejak dulu yang cukup beresiko. Seperti saat pembakaran, mereka tidak menggunakan sarung tangan dan masker. Jadi kita memberikan kepada para pengrajin pemahaman pentingnya K3 itu,” tutur Bella Putri Damayanti selaku ketua PHP2D UNP Kediri.

Dalam sosialisasi, kata Bella, media yang digunakan yaitu poster, buku saku tentang K3, serta Alat Pelindung Diri (masker, sarung tangan kain, dan sepatu boot). Buku saku dan APD tersebut nantinya diserahkan kepada pengrajin dan dapat dimanfaatkan usai program ini selesai.

Baca Juga :  Wisuda Akbar Ke-3, Santri Al-Bukhari Hafal 30 Juz raih Beasiswa S1

“Pengrajin sudah terbiasa melakukan pekerjaanya tanpa APD, karena menurut mereka jika memakai APD akan membuat kegiatan produksi kurang maksimal,” terangnya.

Semua tim PHP2D turut membantu mensosialisasikan secara door to door kepada para pengrajin tentang pentingnya penerapan K3. Sehingga para pengrajin mengetahui jika mengabaikan keselamatan kerja akan berakibat buruk bagi mereka.

“Diperlukan juga monitoring dan pendampingan secara lebih terprogram lagi, agar masyarakat sasaran dalam menerapkan K3 dapat dilakukan dengan baik,” pungkasnya.

Semua aktifitas pekerjaan yang dilakukan pasti membutuhkan adanya keselamatan kerja sebab kecelakaan kerja dan penyakit bukan hanya menimbulkan kerugian pada material maupun korban jiwa serta gangguan kesehatan bagi para pekerja tetapi juga dapat mengganggu proses produktivitas suatu usaha. (ann/Tim PHP2D UNP Kediri)

News Feed