by

Sirkuit Mandalika Memang Beda

-Olahraga-359 views

Mandalika, InfoPublik – Keindahan pantai, perbukitan hijau, dan keramahan penduduk merupakan hal penting yang melekat pada kawasan seluas 1.053,67 hektare di ujung selatan Pulau Lombok ini. Nama tempat ini adalah Mandalika, diambil dari kisah legenda rakyat setempat tentang Putri Mandalika, buah hati Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting, pasangan raja permaisuri bijak kesayangan rakyatnya.

Mandalika kini tak lagi hanya diingat oleh rakyat di Pulau Seribu Masjid ini sebuah cerita rakyat di masa lalu saja. Kini daerah yang berada di Kecamatan Pujut, Nusa Tenggara Barat itu telah menjelma menjadi sebuah destinasi pariwisata khusus. Sebutannya pun bertambah, yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, berpayung kepada Peraturan Presiden nomor 52 tahun 2014.

Presiden Joko Widodo menyebutnya sebagai destinasi wisata superprioritas. Mandalika bergabung dengan empat destinasi wisata superprioritas lainnya seperti Danau Toba, Candi Borobudur, Labuan Bajo, dan Likupang. Kelima destinasi ini akan menjadi Bali baru bagi dunia pariwisata di Indonesia.

Sebagai sebuah destinasi pariwisata, Mandalika tak sekadar berisi pusat akomodasi seperti hotel-hotel beraneka bintang. Atau objek-objek wisata andalan karunia Sang Pencipta berupa pantai-pantai cantik berair biru dan pasir putih menawan saja.

Perbukitan hijau yang mengelilinginya pun seakan ingin memeluk hangat siapa saja yang datang mengunjungi. Suasana asri alami ditingkahi suara-suara alam di 10 desa yang melingkupi Mandalika dan keramahan 15 ribu penduduknya menjadi pokok penting yang dirindukan siapa pun yang pernah singgah ke sini.

Kerinduan itu kini bakal bertambah setelah sebuah magnet baru telah muncul tepat di tengah-tengah kawasan khusus ini. Dia adalah Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, itulah nama resmi dari lintasan khusus untuk beradu kencang balapan.

Sirkuit ini dipersiapkan untuk menggelar balap roda dua paling legendaris, MotoGP serta World Superbike (WSBK). Panjang lintasannya 4,31 kilometer dan lebar 15 meter, dilengkapi 17 tikungan, enam berbelok ke kiri dan 11 lainnya ke kanan. Sirkuit yang memilki lintasan lurus sepanjang 507 meter ini telah diresmikan oleh Presiden pada 12 November 2021.

Baca Juga :  MGPA sayangkan Insiden Bongkar Kargo Logistik WSBK

Presiden berharap kehadiran sirkuit ini selain sebagai promosi Indonesia kepada dunia, juga dapat mengangkat perekonomian di Lombok dan NTB yang sempat terpuruk karena gempa 2018 dan pandemi Covid-19.  

Sirkuit Jalan Raya

Sirkuit Mandalika berbeda dibandingkan lintasan sejenis yang digunakan untuk balap motor di berbagai belahan dunia. Mengusung konsep street circuit atau sirkuit jalan raya untuk balap motor pertama di dunia dengan tema sirkuit jalan raya.

Ini tidak seperti yang diterapkan di Singapura, Melbourne, dan Sochi di arena balap Formula Satu yang memakai sebagian jalan raya di kota mereka untuk arena resmi adu kencang otomotif. Di sana, jika tidak dipakai berlomba, maka masyarakat umum dapat melintasi sebagian ruasnya untuk jalan umum.

Sedangkan di Sirkuit Mandalika, jika tidak dipakai untuk balapan, masyarakat umum dapat memanfaatkan sisi (inner) dalam luar (outer) dari lintasan untuk berolahraga lari (jogging track) atau sekadar ingin menikmati suasana sekitar sirkuit. Tetapi mereka tidak bisa memakai lintasan utama (main track) karena jalur itu tetap harus steril, hanya untuk lomba. Konsep ini telah disepakati pihak Dorna Sports selaku promotor MotoGP, dikhususkan bagi sirkuit yang akan dikembangkan untuk menjadi sebuah kawasan pariwisata seperti halnya Sirkuit Mandalika.

Sesuai dengan pengembangan Mandalika oleh ITDC, ke depannya di dalam komplek Sirkuit Mandalika  juga akan dibangun resor, hotel, dan perumahan. Sehingga diperlukan sebuah akses jalan yang terintegrasi dengan sirkuit.

Pesona Alam Mandalika

Hal lain adalah pemanfaatan rentang alam Mandalika dengan segala kelebihan yang dimiliki mulai pantai hingga perbukitan untuk melengkapi kehadiran Sirkuit Mandalika. Di banyak sirkuit tuan rumah MotoGP, jarang kita bisa menjumpai pemandangan perbukitan hijau dipadu dengan pantai yang indah bisa langsung dinikmati di sekitar lintasan. Di Eropa, Sirkuit Jerez (Spanyol), Kymiring (Finlandia), serta Red Bull Ring (Austria) dikelilingi oleh perbukitan indah. Sayangnya, mereka tidak bersinggungan dengan kawasan pantai.

Baca Juga :  1 Milyar, Total Hadiah Kejuaraan Lari 10K Samota

Di Australia ada Sirkuit Phillips Island yang salah satu titik tikungannya menjorok ke tepi pantai. Tetapi sirkuit ini berada di lahan nyaris datar. Di daratan Amerika ada Sirkuit Termas de Rio Hondo yang berada di kawasan pariwisata pantai di Provinsi Termas de Rio Hondo, Argentina dan tidak terdapat perbukitan di sekitarnya.

Jurnalis balap otomotif asal Inggris, Simon Patterson mengatakan bahwa lokasi Sirkuit Mandalika adalah yang paling bagus di Asia Tenggara. Sirkuit Mandalika merupakan satu dari tiga sirkuit Asia Tenggara, tuan rumah MotoGP 2022 selain Sirkuit Sepang, Malaysia dan Sirkuit Buriram, Thailand.

Keindahan alam, keunikan budaya, dan masyarakat Mandalika menarik hati para pebalap. Mereka seperti berlomba mengunggah foto-foto pengalaman selama di Lombok sebelum menggelar tes resmi pramusim di platform media sosial untuk dibagikan kepada para penggemar. Termasuk foto juara dunia MotoGP enam kali, Marc Marquez saat tiba di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Senin (7/2/2022). Ia bersama 24 pebalap MotoGP berada di Lombok untuk mengikuti tes resmi ketiga pramusim MotoGP, 11-13 Februari 2022.

Pebalap andalan Repsol Honda Team ini berfoto dengan latar tulisan besar Lombok warna merah. Marquez, kelahiran 17 Februari 1993, tak hanya sekali mengunggah foto kegiatannya di medsos. Ia sempat berswafoto menikmati es kelapa muda yang banyak dijajakan di sekitar penginapannya di Mandalika.

Ia juga berfoto dengan latar Bukit Mandalika dan Pantai Seger. “Jatuh cinta dengan tempat ini,” tulis Marquez, pemilik akun Instagram @marcmarquez93. Tak mau kalah, Aleix Espargaro dalam akun @aleixespargaro mengatakan, “Selamat pagi Indonesia! Lombok pulau yang begitu indah, liar, dan alami,” tulis pebalap Spanyol dari tim Aprilia Racing ini.

Baca Juga :  Aksi Danny Karter Dalam Menjaga Gawang Santos FC

Karena itu pula, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan adanya permintaan dari beberapa tim kepada Dorna Sports bahwa usai seri pembuka motoGP di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, 4-6 Maret 2022, sebagian dari mereka tidak ingin langsung pulang ke Eropa.

“Karena ada jeda selama dua minggu hingga ke Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, 18-20 Maret 2022, peserta MotoGP ini tidak ingin kembali ke Eropa. Mereka ingin berlibur ke Bali dan Lombok sebelum berlomba. Ini peluang untuk pariwisata Bali. Ada 500-1.000 orang terlibat di MotoGP,” kata Sandiaga usai mengikuti Rapat Sinkronisasi Mingguan MotoGP 2022 di Mandalika, Kamis (10/2/2022).

Ajang MotoGP ini dikatakan Sandi diperkirakan memberikan pemasukan bagi ekonomi Lombok dan NTB sebesar Rp500 miliar.

Sementara Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Septriana Tangkary di Media Center Indonesia Mandalika, Jumat (11/2/2022) menyebutkan, MotoGP adalah kesempatan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) untuk menampilkan produk-produk terbaik mereka kepada publik serta meningkatkan omzet penjualan. Di sisi lain masyarakat diajak Septri untuk juga bangga dengan produk dalam negeri. (Anton)