BRIN dan Unhas Jalin Kerja Sama Bahan Pakan Ternak Makro Alga

Berita Utama811 Views

Jakarta, BERBAGI News – Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati mempunyai potensi biomassa yang besar sebagai sumber pakan ternak yang bernutrisi tinggi dan mengandung berbagai metabolit sekunder yang bermanfaat untuk kesehatan ternak, salah satunya adalah makro alga.

Tumbuhan laut itu menjadi sumber makanan kaya protein bagi herbivora, juga sumber karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, minyak, asam amino, dan senyawa bioaktif antimikroba, antioksidan, antiinflamasi, antiparasit, dan antikanker. Begitu lengkapnya kandungan nutrisi dan senyawa bioprospeksi membuat makroalga menjadi komoditas masa depan, bukan hanya untuk bahan pangan dan obat-obatan tetapi juga pakan ternak, khususnya ternak ruminansia. Saat ini upaya untuk meningkatkan populasi ternak ruminansia khususnya sapi, membutuhkan pakan ternak berkualitas dan terjangkau bagi peternak.  

Sejalan dengan hal tersebut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan menjalin kerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, yang ditandai dengan penandatangan Perjanjian Kerjasama tentang “Analisis Kandungan Nutrisi Makro Alga di Wilayah Pesisir Pantai Barat Sulawesi Sebagai Bahan Pakan Ternak Ruminansia” yang berlangsung secara virtual, pada Selasa (11/7).

Kepala Pusat Riset Peternakan, Tri Puji Priyatno, mengatakan itu merupakan kerja sama pertama antara PR Peternakan BRIN dan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Sebenarnya kerja sama riset bidang peternakan sudah pernah dilakukan dengan Fakultas Peternakan, Universitas Hasanudin melalui Program Riset Nasional.

Saat ini, kerja sama tersebut dilanjutkan kembali setelah semua lembaga riset di seluruh Kementerian/Lembaga berintegrasi ke dalam BRIN. Kerja sama tersebut bisa dilakukan dalam ruang lingkup yang lebih luas, bukan hanya terbatas pada riset pakan ternak tetapi juga tentang breeding, teknologi reproduksi, kesehatan hewan, dan budidaya. Ruang lingkup kerja sama ini masih kecil tentang pemanfaatan makro alga dan riset ini dilakukan di beberapa kelompok riset terkait mitigasi perubahan iklim.

Baca Juga :  Deklarasi Gerakan Kampung Sehat, Pembuka Kegiatan Musda IV IJTI NTB

“Bahkan kegiatan riset yang intensif juga sudah mulai kami lakukan terkait teknologi budidaya dengan pendekatan industrial 4.0. Digitalisasi teknologi budidaya untuk pengembangan smart farming juga merupakan topik riset yang dapat dikerjasamakan antara BRIN dan Fakultas Peternakan. Ke depan sangat penting untuk mengembangkan teknologi-teknologi bidang peternakan yang lebih advance dan bermanfaat bagi peternak,” ujar Tri Puji Priyatno, seperti dikutip dari laman BRIN, Rabu (12/7/2023).

Dirinya menjelaskan, kerja sama dengan BRIN tidak saja dalam bidang riset tetapi juga peningkatan kapasitas SDM, seperti pembimbingan riset mahasiswa untuk program S1, S2 dan S3. BRIN juga memiliki fasilitas riset yang sangat lengkap dan terkini yang dapat dimanfaatkan dosen dan mahasiswa melalui skema kerjasama dengan BRIN. “Disamping itu, di BRIN memiliki program visiting researcher dan post-doctoral yang terbuka dan dapat dimanfaatkan untuk talenta-talenta muda S2 atau S3 yang baru lulus dari berbagai universitas, termasuk Universitas Hasanuddin. Saat ini Pusat Riset Peternakan sangat membutuhkan periset yang kompeten dalam bidang kesehatan hewan, khususnya pengembangan vaksin ternak,”tambahnya.

lanjutnya Tri Puji Priyatno juga menyampaikan bahwa di BRIN ada skema pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) yang dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan teknologi-teknologi hasil riset kita.

“Kerja sama riset untuk pemberdayaan UMKM melalui pendanaan PPBR bisa memanfaatkan hasil-hasil riset yang dihasilkan oleh BRIN, Universitas Hasanuddin, atau masyarakat yang dapat dimanfaatkan dengan baik,” tuturnya.

Tri Puji Priyatno menegaskan kerja sama riset yang masif sangat penting untuk meningkatkan ekosistem riset nasional. Ekosistem riset nasional yang baik hanya dapat kita lakukan melalui kerjasama riset yang masif serta saling menguntungkan dan bermanfaatkan bagi semua pihak.  “Mudah-mudahan awal kerja sama riset ini memberikan motivasi dan memberi arah kerjasama yang lebih baik kedepannya,” katanya.

Baca Juga :  KPID NTB Kembali Ingatkan Peran Penting Pers di Masa Pandemi

Sementara itu Dekan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Syahdar Baba menuturkan kolaborasi seperti ini sudah menjadi suatu kewajiban karena beberapa program dari kemendikbud mendorong untuk berkolaborasi dengan lembaga riset. “Kesempatan ini akan kami manfaatkan dengan baik, kami akan membuat kegiatan workshop dan mempertajam topik-topik dari kelompok riset sehingga hasilnya nyata dan sangat memungkinkan untuk menyusun peta jalan kegiatan termasuk breeding dan ternak,” ucapnya.

Kemudian Syahdar Baba menambahkan yang masih terbatas itu pembimbing mahasiswa dan sedikit yang memenuhi syarat. Program beasiswa dari BRIN sudah kami sosialisasikan dan semester depan akan kami seleksi yang memiliki potensi yang terkait bidang riset dan mempersiapkan mahasiswanya.

“Penandatangan perjanjian kerja sama itu baru langkah awal saja nanti kita susun sistemnya sehingga komprehensif, nyata, dan signifikan hasilnya. Untuk proses hilirisasi kami bekerja sama dengan DIKTI dan mengikuti program PPBR BRIN, semoga bulan depan dapat kita susun kegiatan workshop-nya,” harap Syahdar Baba. (IP)