Rasional Dalam Menyikapi Pemilu 2024

Oleh: Reza Wira Pratama

Opini151 Views

BERBAGI News – Pesta demokrasi 2024 kini hanya tinggal menghitung hari saja. Rakyat Indonesia bersiap untuk menentukan hak pilihnya.

Sebagai warga negara yang baik kita harus bisa merepresentasikan diri untuk ikut andil dalam kontes demokrasi tersebut dengan tidak golput dalam pemilihan nanti. Sebab satu hak suara rakyat akan menentukan nasib Indonesia 5 tahun kedepan.

Seiring dengan perjalanan masih banyak didengar dan ditemukan ungkapan bahwa banyak masyarakat yang merasa acuh terhadap kontes pemilu itu sendiri dengan ungkapan “Siapapun Presidennya, yang nyari makan tetap kita sendiri”. Ungkapan tersebut saya rasa sangat salah, kenapa demikian? Sebab, jika kita beranggapan seperti itu kita akan tergerus oleh arus konstitusi dan kebijakan bagi penguasa yang terpilih, karena penguasa yang terpilih akan menentukan roda kehidupan masyarakat secara eksplisit mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertahanan dan seterusnya. Jadi, masyarakat harus benar-benar memilih pemimpin yang benar-benar berpihak kepada masyarakat dan tidak memilih pemimpin yang berpihak pada kepentingan lain demi Indonesia yang lebih sejahtera.

Kesejahteraan rakyat Indonesia adalah tujuan mutlak yang harus dicapai dan para calon penguasa terus  menggaungkan visi-misi untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Saya tertarik dengan salah satu komika yang mengibaratkan politik itu seperti  membangun sebuah rumah, dan demi terbangunnya sebuah rumah yang bagus karena ada para tukang dan mandor yang bagus juga, meski para tukang dalam mengerjakan rumah mengenakan beragam baju partai, namun mereka semua bersatu padu dalam membangun rumah dengan kualitas yang baik, begitulah harapan kita sebagai rakyat Indonesia agar dapat tinggal di rumah Indonesia ini dalam koridor kehidupan yang baik pula.

Memilih seorang pemimpin jangan hanya asal pilih, rakyat harus bisa berpikir secara rasional baik dan buruknya yang akan didapatkan kelak. Rakyat harus pintar memilih pemimpin yang orientasinya untuk kepentingan rakyat secara holistik dan membawa Indoesia ke suatu perubahan yang baik. Akan tetapi, dalam perjalanannya rakyat seakan tertutup matanya dalam memilih pemimpin secara irasional tanpa benar-benar memilih secara akal sehat.

Baca Juga :  Mutu Pendidikan Anak Menurun, Perlukah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali?

Sehingga pada keputusannya apakah rakyat akan memilih pemimpin yang akan membawa Indonesia pada perubahan nyata atau memilih pemimpin yang melanggar konstitusi dan adanya unsur politik dinasty atau bahkan memilih pemimpin yang akan disetir oleh orang lain lagi?.

Semua akan terjawab pada pesta demokrasi (Katanya), sebab penguasa saat ini melanggar konsep demokrasi itu sendiri demi kepentingan perpanjangan kekuasaan dan demi sang buah hati tercinta?!. Sungguh ironis saya rasa diakhir kepemimpinannya tidak mencerminkan sikap berdemokrasi yang baik.