by

Semangat Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443H dalam Membudayakan Kalender Hijriyah

-Agama-240 views
  Oleh: Aswan Nasution

(Alumni 79′ Pelajar Al-Qismul’aly, Al-Washliyah, Isma’iliyah, Medan, Sumatera Utara).

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi … “. (QS. At-Taubah: 36).

TANPA sadar, kadang kala, kita sebagai masyarakat muslim telah melupakan kalender penanggalan Islam (Hijriah).

Sehingga kalaupun kita ditanya tahun berapakah kita lahir menurut kalender Hijriah, hampir rata kita sebagai umat Islam akan bingung menjawabnya.

Mengapa demikian…? Inilah akibat umat Islam yang kurang memperhatikan, menghargai, mengabaikan dan juga belum membudaya memakai kalender Hijriah (penanggalan Islam) dalam kegiatan sehari-hari.

Kalender Islam diingat hanya untuk puasa Ramadhan, untuk hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Rajab( perayaan Isra’ Mi’raj, dan Rabiul Awal (peringatan maulid Nabi SAW, saja.

Sedangkan tanggal kelahiran, tanggal pernikahan, dan tanggal kematian jarang memakai penanggalan Hijrah.

Maaf, jangan-jangan ada pula diantara umat Islam yang belum hafal nama-nama bulan Islam, sebagaimana hafalnya mengingat bulan Masehi.

Adapun menurut urutan kalender Hijrah dimulai dengan bulan Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Ula, Jumadil Tsaniah, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzul Qa’idah dan di akhiri dengan Dzul Hijjah.

Maka sudah saatnya kita sebagai umat Islam kembali memakai dan membiasakan penanggalan Islam tersebut dalam setiap kesempatan baik dalam surat menyurat pribadi maupun organisasi.

Sikap bangga dengan penanggalan Islam, bangga menggunakan kalender Hijriah, bangga mencantumkan tanggal Hijriah disamping tanggal Masehi dalam surat menyurat.

Hal ini semua, sangat perlu dihidupkan kembali, sehingga umat Islam selalu bangga dengan segala indentitas dan atribut sebagai Muslim. “Proud to be Moslem”. merupakan slogan muslim dimanapun dia berada.

Dimaksudkan juga dengan kalender hijriah tersebut, pergantian tahun, dimana umat Islam dapat mengadakan muhasabah (evaluasi diri).

Apakah setiap tahun yang dilaluinya telah menjadikan diri hijrah kepada keadaan, perbuatan, sikap yang lebih baik lagi, yang lebih dekat kepada Al Haq…?

Itulah makna pergantian tahun bagi kehidupan seorang Muslim. Maka untuk menghadapi Tahun Baru Islam 1443 Hijriah yang akan datang.

Umat Islam perlu merekayasa dan mengadakan kegiatan yang dapat mengingatkan dirinya akan makna pergantian tahun tersebut.

Demikian juga untuk menyadarkan dirinya akan kondisi tahun yang lalu serta mempersiapkan diri dengan program-program kerja yang lebih kongkrit untuk tahun mendatang.

Sebagai umat Islam kita harus dapat menghargai setiap peristiwa yang terjadi dalam sejarah Islam.

Kalau bukan kita, siapa lagikah yang akan menghargai hari-hari dan peristiwa tersebut? Oleh karena itu, mari kita memasyarakatkan dan membudayakan penggunaan kalender hijriah, kalau tidak sekarang kapan lagi…….?

Wallahu a’lam bish shawab.

Dengan Ucapan:
“Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1443 Hijriah”. Semoga Allah menerima amal kita di tahun yang lalu dan memberikan hidayah serta lindungan-Nya bagi kita dan Umat Islam di tahun-tahun mendatang. Aamiin.

News Feed