by

Lombok Pintar, Cahaya dari Nusa Tenggara Barat

-Opini-450 views

BERBAGI News – Dunia literasi maupun sosial kemasyarakatan begitu menyenangkan bagi penulis. Lombok Pintar (Lontar) menjadi salah satu tempat penulis belajar banyak hal seputar dunia literasi dan sosial kemasyarakatan. Komunitas Lontar sendiri terbentuk pada tanggal 1 Januari 2017 bertempat di Asrama Mahasiswa dan Pelajar Lombok Timur di Yogyakarta.

Lombok Pintar hadir dengan tujuan yang mulia yakni sebagai jembatan penghubung kesenjangan ekonomi dengan pendidikan, sehingga kedepannya generasi penerus di Pulau Seribu Masjid, Pulau Lombok memiliki kualitas pendidikan yang meningkat dan sumber daya manusia yang memadai.

Lombok Pintar memiliki visi meningkatkan kemampuan sumber daya manusia berbasis keilmuan dan wawasan global keseluruh pelosok Pulau Lombok. Misi Lontar terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, membuka akses literasi dengan mendukung dan mengajak masyarakat lokal terlibat dalam kegiatan literasi, membuka taman baca, dan membuka jaringan literasi. Kedua, menjadi mitra komunikasi literasi khususnya Lombok dan NTB dengan cara Lontar menjadi Bank Buku. Ketiga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui gerakan membaca, berdiskusi, dan melakukan penelitian. Lombok Pintar memiliki slogan yang diambil dari bahasa sasak yaitu “Te mace Te Pinter” yang bermakna “Kita Membaca Kita Pintar”.

Semenjak terbentuk sampai dengan saat ini, Lombok Pintar telah melaksanakan berbagai macam kegiatan yang sesuai dengan visi dan misinya. Pada tahun 2017 misalnya, Lombok Pintar melaksanakan pendampingan di Taman Baca Masyarakat (TBM) Rumah Baca Rinjani di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur. Komunitas Lombok Pintar juga melaksanakan pendampingan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Selain itu, pada tahun yang sama Lombok Pintar membuka donasi seribu buku untuk Perpustakaan Adat Bayan.

Bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok dan sekitarnya pada tahun 2018 yang telah meluluhlantahkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Semua mata tertuju pada Lombok, uluran bantuan materil maupun non materil silih berganti berdatangan. Pasca terjadinya gempa, Lombok Pintar hadir dengan mendirikan posko relawan selama dua bulan di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Lontar bersama dengan guru, murid, dan masyarakat sekitar untuk terlibat dalam pemulihan fungsi sekolah.

Baca Juga :  Pemenuhan Nutrisi Pada Ibu Hamil Guna Mencegah Kejadian Stunting Pada Bayi

Lombok Pintar juga secara rutin melaksanakan kegiatan membuka lapak baca bertempat di sekitar kampus Universitas Mataran, dengan menyediakan beragam buku bacaan. Anggota Lombok Pintar secara aktif juga menulis baik yang berbentuk fiksi maupun non fiksi serta melaksanakan bedah buku.

Seperti komunitas lainnya yang memiliki tantangan dan cobaan. Dalam perjalanannya, Lombok Pintar juga mengalami pasang surut. Pada pertengahan tahun 2021 sebagai upaya untuk terus mengepakkan sayap dalam dunia literasi, Lombok Pintar melaksanakan open recruitmen bagi masyarakat yang mau turut serta bergerak bersama Lombok Pintar. Pasca diadakannya open recruitmen, kemudian diadakan pertemuan dengan anggota baru Lombok Pintar. Terselib harapan besar bagi anggota yang baru bergabung dengan Lombok Pintar, agar Lontar kedepannya terus bergerak, memberikan manfaat bagi masyarakat sampai kepelosok desa. Tentunya harapan besar dari anggota yang baru bergabung, harus dimaknai oleh pengurus Lontar untuk lebih menguatkan internal Lontar sendiri lalu kemudian bergerak maju bersama-sama sesuai dengan visi misi Lontar.

Pada tahun yang sama, Lombok Pintar berkesempatan mengikuti pelatihan pasilitator remaja yang dilaksanakan oleh UNICEF dengan mitranya PKBI NTB melibatkan 9 komunitas yang ada di Kota Mataram. Harapan dari pelatihan tersebut adalah adanya pasilitator yang berasal dari unsur remaja, meningkatkan kemampuan komunikasi public peserta pelatihan, dan melahirkan rencana aksi di masing-masing komunitas. Lombok Pintar dengan fokus pergerakan di bidang literasi atas dukungan PKBI NTB bersama dengan UNICEF melalui Program Risk Communication and Communty Engagement (RCCE) membuat sebuah pelatihan penulisan Opini Populer. Pelatihan penulisan Opini Populer dilaksanakan dengan dua tujuan. Pertama, untuk meningkatkan pemahaman dan keterima peserta pelatihan dalam menulis artikel populer. Kedua, menghasilkan tulisan popular berbasis fakta dan data yang diterbitkan melalui media massa baik cetak maupun elektronik.

Baca Juga :  Budaya Sumbawa Dalam Balutan Sistem Hukum Nasional

Apa yang telah dan sedang dilaksanakan oleh Lombok Pintar merupakan proses yang panjang dan perjuangan yang tidak mudah. Sehingga kedepannya Lontar harus semakin kuat  baik secara internal maupun eksternal. (amr).