Inovatif, KKL Mahasiswa Unsa Kembangkan Kerupuk Belunak dan Minyak Lala Baturotok

Sumbawa, BERBAGI News – Dalam rangka melaksanakan program kuliah kerja lapangan (KKL) di bidang ketahanan pangan dan bidang kewirausahaan, kelompok 18 KKL Universitas Samawa (Unsa) Desa Baturotok melakukan launching produk pembuatan kerupuk belunak, dan minyak Lala pada Sabtu 27 Agustus 2022.

Adapun Tema kegiatan tersebut “Kerupuk belunak dan minyak Lala untuk mendukung ketahanan pangan dan wirausaha masyarakat Desa Baturotok. Produk ini diluncurkan bersama ibu-ibu PKK dan masyarakat desa yang di resmikan oleh pemdes sebagai perwakilan Kepala desa yang tidak sempat menghadiri acara launching produk kerupuk belunak dan minyak Lala.

“Kami KKL desa baturotok  menginovasikan sayur belunak menjadi kerupuk belunak baturotok,” jelas Alwan Wijaya, Ketua KKL.

Untuk diketahui bahwa Belunak merupakan salah jenis tanaman sayuran yang tumbuh di daerah aliran sungai (DAS) yang masih alami. Belunak juga biasanya menjadi salah satu makanan ciri khas baturotok. Yang tidak pernah ketinggalan di acara acara besar, nikahan, dan syukuran yang dijadikan sayur oleh masyarakat baturotok. Orang sekitar memiliki kepercayaan jika memakan belunak tidak akan merasa dingin. Tanaman belunak yang mudah dijumpai berlimpah ruah di sungai – sungai desa baturotok.

Berdasarkan habitatnya tumbuhan Belunak adalah Salah satu tumbuhan yang hidup di daerah pegunungan atau daerah yang sejuk, tumbuhan belunak ini banyak di temukan di desa-desa  Yang berada di kecamatan  Batu lanteh salah satu desa yang terdapat banyak tumbuhan belunak ini adalah Desa Baturotok, belunak pada umumnya di manfaatkan oleh masyarat Desa Baturotok sebagai sayuran saja.

Jelas Alwan, dengan adanya inovasi ini, dari KKL Desa Baturotok sangat berharap agar produk kerupuk belunak ini dapat membantu dan menambah UMKM yang ada di desa Baturotok dan membantu ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Baca Juga :  Bahaya Narkoba Bagi Pelajar dan Remaja

“Dan untuk minyak Lala kami akan memasarkan dan mempromosikan produk minyak Lala yang sudah kami kemas dengan menarik,” ungkapnya.

Eksistensi minyak Lala asli Desa Baturotok di Sumbawa sangatlah besar, karena Belunak salah satu makanan ciri khas baturotok.

Minyak Lala merupakan minyak yang terbuat dari Santan kelapa yang kemudian dicampur dengan akar tanaman obat dan yakini memiliki khasiat tertentu untuk kesehatan. Selain itu pembuatan minyak Lala ini biasanya warga Baturotok khusus membuatnya pada saat bulan Muharram yang diadakan melalui acara festival Malala.

Sementara, Pemerintah Desa Baturotok, Kepala Dusun Buin Treng, Hendra mengucapkan terimakasih kepada KKL Unsa Desa Baturotok atas inovasinya dengan memanfaatkan sayur belunak sebagai kerupuk yang memiliki daya beli yang tinggi.

“Kita ketahui belunak di desa Baturotok hanya di jadikan sayuran saja, dan dengan  inovasi dari KKL Unsa Desa Baturotok ini kami sebagai pemerintah desa berharap agar pengembangan produk kerupuk belunak terus berlanjut agar dapat membantu perekonomian keluarga di Desa Baturotok,” pintanya.

Menurut Hendra, guna mengetahui manfaat dan khasiat minyak Lala yang begitu banyak untuk kesehatan, dan ia akan berusaha keras untuk memasarkan dan memperkenalkan minyak Lala di berbagai daerah di Sumbawa. (red)