Sektor Pariwisata Wilayah Selatan Lombok Timur perlu Pengelolaan Intensif

Opini176 Views

BERBAGI News – Pariwisata menjadi salah satu sektor penting dalam upaya peningkatan Pendapatan Daerah, serta dalam upaya pembangunan ekonomi yang lebih signifikan dengan bergeraknya sektor yang lain akibat pariwisata.

Namun ketika kita melihat keadaan di wilayah selatan Kabupaten Lombok Timur, yang terkenal dengan banyaknya bibir Pantainya yang indah dan asri dapat menjadi penunjang utama sektor pariwisata alami.

Akan tetapi melihat tata kelola yang dibilang tidak terintegrasi dengan baik, serta akses dan fasilitas yang sangat tidak mendukung menjadi alasan pariwisata selatan tidak terlalu maju.

Adanya jalan rusak, penerangan lampu jalan, keamanan, tata kelola kawasan wisata yang masih buruk, serta fasilitas pada tempat wisata yang belum menunjang.

Hal ini tentunya menjadi PR besar bagi Pemda dan dinas terkait, yang memang bertanggung jawab, seperti Dinas Pariwisata yang mempunyai tata kelola yang baik, Dinas Perhubungan yang dapat mengintegrasikan setiap sektor dengan cara perbaikan jalan, fasilitas jalan, maupun pemerhatian terhadap akomodasi, darat dan laut.

Yang tak kalah penting dari sektor keamanan, bagaimana cara membuat kawasan wisata yang aman dan terhindar dari potensi tindak kejahatan.

Adanya integrasi yang baik dari setiap Dinas terkait dengan penumbuh pariwisata kawasan di Jerowaru, akan membuat program-program kerja lebih efektif dan saling mendukung.

Kawasan Jerowaru yang sangat potensial dalam sektor pariwisata tentunya harus menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur.

Sudah saatnya pembangunan dan penyuluhan-penyuluhan lebih mengarahkan pada tiap-tiap kawasan kecil yang memiliki potensi dengan keadaan jauh dari pusat pemerintahan.

Sehingga pembangunan akan lebih merata, dan hal ini tentunya sesuai dengan tugas pemerintah yang harus mensejahterakan rakyatnya sendiri. (naap)

Baca Juga :  Keselamatan Masyarakat Adalah Tanggung-jawab Negara (Sebuah Kajian Sosiologi Hukum atas Reaksi Masyarakat Terhadap Himbauan Pemerintah "Shalat Di Rumah”)