by

Peduli Ekosistem Pesisir, Mahasiswa Unsa Tanam 500 Bibit Mangrove

Sumbawa, BERBAGI News – Kondisi pesisir labuan terata yang memperihatinkan tidak lain di akibatkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian pohon mangrove sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pohon mangrove, beberapa permasalaahan terjadi, seperti sedikitnya keberadaan ikan di wilayah pesisir. Hal ini berdampak pada mata pencaharian masyarakat semakin lama semakin sulit, maka penting sekali menjaga kelestarian pohon mangrove.

Kegiatan penanaman 500 bibit pohon mangrove di dusun Labuan terata mendapat antusias yang tinggi dari kalangan pemuda serta masyarakat desa setempat, sehinggga pelaksanaannya berjalan dengan lancar.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari program Tim PHP2D DPM FH Unsa, tujuannya untuk menjaga wilayah pesisir dengan penghijauan penanaman pohon mangrove.

Dosen pembimbing Program Dr. Endra Syaifuddin mengatakan bahwa sebagai bentuk kongkrit tim PHP2D dalam melindungi wilayah pesisir, terutama wilayah pesisir dusun Labuhan Terata dari berbagai ancaman seperti Abrasi dan Erosi Pantai. Abrasi dan Erosi pantai yang di biarkan begitu saja tanpa adanya pencegahan bisa berdampak buruk bagi kehidupan pesisir.

“Melalui program ini agar dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian pohon Mangrove untuk kesejahteraan Bersama,” harapnya.

Pemerintah desa dan pemuda dusun Labuhan Kuris, mengakui kekhawatiran pemerintah desa cukup besar terhadap wilayah tersebut, tempat yang tidak begitu luas tetapi dengan penduduk yang begitu padat akan tetapi tidak didukung oleh mata pencaharian yang memadai, hal ini dapat mengancam  pertumbuhan Perekonomian masyarakat setempat.

“Penanaman pohon mangrove ini merupakan program unggulan untuk wilayah pesisir, dan saya akan menghimbau kepada kepala dusun untuk menjaga agar tanaman mangrove ini tetap lestari dan tumbuh dengan baik,” ujar salah seorang perwakilan Desa Labuhan Kuris. Kamis (23/09/2021).

Baca Juga :  Ketua ASPARNAS: Bangga dengan Program PHP2D Mahasiswa FH Unsa Kembangkan Desa Wisata Berbasis Ekologi
Photo: Mahasiswa Unsa melakukan bersih sampah di kawasan pesisir pantai labuhan terata.

Sementara itu dosen pembimbing Tim PHP2D DPM FH Unsa, Dr. Lahmuddin Zuhri, SH, M.Hum mengatakan bahwa di labuan terata desa Labuhan Kuris sering terjadi banjir rob dan abrasi pantai sehingga untuk menghindari rusaknya biota laut dilakukan penanaman kembali mangrove. Melakukan transplasi terumbu karang yang diharapkan tempat hidup dan berkembangnya ikan ikan, karena desa labuhan kuris sebagai penghasil ikan kerapu.

“Dengan program ini, bisa membangun ekowisata, kami menggoso dan memoles kembali. Kedepannya desa labuhan kuris menjadi mutira yang terpendam dan bisa mendunia,” harapnya.

Pelaksanaan penanaman mangrove dilakukan oleh Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Samawa (DPM FH UNSA) Bersama Kapolres Sumbawa, Pemerintah Desa Labuhan Kuris, Dekan FH UNSA, Kaprodi Ilmu Hukum FH UNSA, Mahasiswa Mahasiswi FH UNSA serta pemuda dan masyarakat dusun setempat. (sri)

News Feed